Botasupal Kepri Musnahkan 5.454 Lembar Rupiah Palsu

Jumat, 22 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 5.454 lembar uang Rupiah tidak asli dimusnakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Kamis (21/5/2026). Foto: Istimewa

Sebanyak 5.454 lembar uang Rupiah tidak asli dimusnakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Kamis (21/5/2026). Foto: Istimewa

Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) Provinsi Kepulauan Riau memperkuat langkah pemberantasan uang palsu di wilayah Kepri.

Bank Indonesia, Polda Kepri, BIN Daerah Kepri, Kejati Kepri, dan Kanwil Bea Cukai Kepri memusnahkan 5.454 lembar uang Rupiah tidak asli di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Kamis (21/5/2026).

Langkah tersebut menegaskan komitmen Botasupal menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara sekaligus melindungi masyarakat dari peredaran uang palsu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widiarto P. mengatakan, uang palsu itu berasal dari hasil temuan masyarakat dan proses pengolahan uang selama periode November 2022 hingga Desember 2025.

“Jumlah uang palsu yang dimusnahkan mencapai 5.454 lembar,” kata Rony.

Bank Indonesia memeriksa seluruh temuan uang palsu melalui tenaga ahli dan uji laboratorium untuk memastikan keasliannya.

Baca Juga :  Di Bawah Ansar–Nyanyang, Ekonomi Kepri Tumbuh 6,94 Persen

Setelah itu, BI menyerahkan temuan tersebut kepada kepolisian untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Pengadilan Negeri Batam kemudian menyetujui proses pemusnahan menggunakan mesin racik kertas milik Bank Indonesia. Mesin tersebut menghancurkan uang menjadi serpihan kecil hingga tidak lagi menyerupai uang asli.

Unsur Botasupal Kepri bersama tim Bank Indonesia menjalankan proses pemusnahan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Bank Indonesia mencatat jumlah temuan uang palsu di Indonesia terus menurun.

Pada 2023, jumlah temuan mencapai 5 ppm atau lima lembar per satu juta uang beredar. Angka itu turun menjadi 4 ppm pada periode 2024 hingga 2025.

BI menilai penurunan tersebut terjadi karena peningkatan kualitas bahan uang, teknologi cetak, dan unsur pengaman Rupiah yang semakin modern dan sulit dipalsukan.

Baca Juga :  Pendapatan Batam Diproyeksi Tembus Rp4,25 Triliun, Pemko Genjot Infrastruktur dan Layanan Publik

Uang Rupiah Indonesia juga meraih pengakuan internasional.

Seri Uang Tahun Emisi 2022 memenangkan penghargaan Best New Banknote Series pada ajang IACA Currency Awards 2023.

Selain itu, uang pecahan Rp50 ribu Tahun Emisi 2022 menempati peringkat kedua mata uang paling aman dan paling sulit dipalsukan di dunia versi BestBrokers pada 2024.

Bank Indonesia bersama Botasupal terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah.

BI mengajak masyarakat mengenali ciri uang asli melalui metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Selain itu, BI juga mengingatkan masyarakat menerapkan prinsip 5J, yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi agar kondisi uang tetap terjaga.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya
Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah
Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen
Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam
Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat
Pemko Batam Beri Masukan untuk Penguatan Tata Kelola BUMD
Batam Raih Penghargaan Nasional Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi
Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Seminar, Diskusi, dan Lokakarya

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:54

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya

Sabtu, 12 September 2026 - 21:43

Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

Jumat, 11 September 2026 - 20:54

Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen

Jumat, 11 September 2026 - 20:45

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Kamis, 10 September 2026 - 21:28

Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06