Kepala BP Batam Amsakar Achmad menerima kunjungan kerja Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, Rabu (21/1/2026), di Gedung Annex BP Batam. Pertemuan ini membahas transformasi infrastruktur air dan penguatan ekosistem investasi.
Di sela agenda APKASI, kedua pihak menjadikan Batam sebagai benchmark pengembangan Kawasan Industri Batu Bara, khususnya pada pelayanan dasar dan tata kelola investasi.
Amsakar memaparkan transformasi Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB). Ia menegaskan sinergi BP Batam dan Pemko Batam berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi signifikan.
Realisasi investasi Batam mencapai Rp68,9 triliun atau 115 persen dari target Rp60 triliun. Angka kemiskinan dan pengangguran juga terus menurun seiring membaiknya indikator kesejahteraan.
Dalam pengelolaan air, BP Batam berperan sebagai regulator sekaligus eksekutor melalui kemitraan dengan swasta. Skema ini menjaga ketahanan infrastruktur air bagi 1,3 juta penduduk sekaligus meningkatkan PNBP. Pada 2026, BP Batam menargetkan distribusi air ke wilayah stress area dapat teratasi.
Bupati Batu Bara mengapresiasi capaian Batam dan menilai keunggulan Batam relevan diterapkan di daerahnya, terutama pengelolaan air bersih, konektivitas wilayah, dan logistik pelabuhan.
Diskusi juga membahas rencana konektivitas logistik langsung antara Pelabuhan Batu Bara dan pelabuhan internasional di Batam. Skema ini dinilai dapat memperlancar distribusi barang dan meningkatkan daya saing investasi.
Pertemuan ditutup dengan komitmen menjajaki kerja sama lanjutan, khususnya pada kemitraan layanan air dan pengelolaan kawasan industri di masing-masing daerah.






