Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama TP-PKK Kota Batam menggenjot pencegahan stunting dengan memperkuat layanan Posyandu. Upaya itu dimulai melalui Kampanye Hidup Sehat dan Pencanangan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Posyandu Mawar 46, Bengkong Sadai, Jumat (7/8/2026).
Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, menegaskan Posyandu menjadi ujung tombak mencegah stunting sejak dini. Melalui layanan Posyandu, petugas mengukur dan menimbang balita, memantau tumbuh kembang, memberikan edukasi gizi, serta melayani pemeriksaan kesehatan.
“Intervensi serentak ini merupakan gerakan nasional untuk memperkuat pencegahan dan penanganan stunting hingga tingkat Posyandu,” kata Erlita.
Erlita mengatakan program tersebut menyasar calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi di bawah dua tahun (baduta), dan balita. Petugas kesehatan memeriksa kondisi anak sekaligus mendeteksi lebih awal risiko gangguan gizi dan tumbuh kembang.
Petugas juga mengedukasi keluarga tentang pola makan bergizi seimbang serta langkah penanganan bagi anak yang mengalami masalah gizi.
“Semakin cepat kami menemukan persoalan gizi, semakin cepat pula penanganannya. Karena itu, peran Posyandu sangat penting,” ujarnya.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemko Batam, Nurzalie, menilai pencegahan stunting menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, Pemko Batam tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Keberhasilan pembangunan bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kami terus memperkuat program pencegahan stunting,” katanya.
Nurzalie mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mendukung gerakan tersebut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci menekan angka stunting di Batam.
Editor: Bibah







