Firmansyah turun bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk memetakan titik drainase yang tersumbat dan mengalami pendangkalan. Pemetaan ini menjadi dasar pelaksanaan aksi gotong royong massal yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan peninjauan lapangan merupakan tahap awal sebelum pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI yang akan digelar Rabu (11/2/2026).
“Aksi gotong royong ini menjadi bukti komitmen Pemko Batam dalam menindaklanjuti Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, guna menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan asri,” kata Rudi.
Ia menegaskan Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar agenda rutin, melainkan gerakan kolaboratif berskala besar untuk mewujudkan Batam ASRI—Aman, Sehat, Rapi, dan Indah. Karena itu, Pemko Batam melibatkan lintas sektor dalam pelaksanaannya.
“Sekitar 1.000 hingga 1.500 personel gabungan akan dikerahkan, terdiri dari jajaran Pemko Batam, TNI, Polri, serta masyarakat. Fokus kegiatan pada normalisasi drainase primer dan sekunder di sekitar Simpang K-Square yang kerap mengalami pendangkalan,” jelasnya.
Pemko Batam berharap kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat, khususnya agar tidak membuang sampah ke saluran air.
“Kami mengajak seluruh warga berpartisipasi. Pembangunan Batam yang pesat harus dibarengi budaya hidup bersih. Mari sukseskan gotong royong ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” tutup Rudi.
Editor: Rega






