Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi. Ia juga mendorong penguatan konektivitas untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pesan itu disampaikan Amsakar saat memimpin Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tingkat Kota Batam 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Senin (21/9/2026).
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, unsur Forkopimda, serta jajaran insan perhubungan se-Kota Batam turut menghadiri upacara tersebut.
Harhubnas 2026 mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”. Tema itu menekankan pentingnya layanan transportasi yang aman, selamat, terhubung, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam upacara tersebut, Amsakar membacakan amanat Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Menhub meminta seluruh insan perhubungan menjadikan Harhubnas sebagai momentum untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus memperkuat komitmen kepada masyarakat.
Pesan itu mengemuka di tengah sejumlah musibah transportasi yang terjadi belakangan ini. Karena itu, pemerintah menempatkan keselamatan sebagai aspek utama dalam setiap layanan transportasi.
“Keselamatan tidak boleh hanya menjadi rutinitas administratif terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi. Keselamatan adalah tanggung jawab moral,” ujar Amsakar saat membacakan amanat Menhub.
Selain keselamatan, pemerintah juga menyoroti pentingnya konektivitas transportasi. Infrastruktur dan layanan transportasi harus mampu menghubungkan wilayah, pusat produksi, pasar, hingga fasilitas publik.
“Kita menghubungkan pulau dengan pulau. Kota dengan desa. Sentra produksi dengan pasar. Rumah dengan sekolah dan rumah sakit,” katanya.
Konektivitas yang semakin baik juga diharapkan menekan biaya angkut dan logistik serta memperluas pemerataan pembangunan.
“Kita harus memperbaiki sistem logistik agar konektivitas benar-benar menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian,” lanjutnya.
Menhub juga mengapresiasi seluruh insan perhubungan yang menjaga konektivitas dan pelayanan transportasi. Namun, pelayanan tetap harus dievaluasi dan diperbaiki mengikuti kebutuhan masyarakat.
Pembangunan transportasi, menurutnya, tidak cukup diukur dari jumlah infrastruktur atau sistem yang dibangun. Pemerintah harus melihat manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Usai upacara, Pemko Batam melanjutkan rangkaian Harhubnas dengan menyerahkan alat keselamatan perhubungan. Pemerintah juga meluncurkan stiker tahunan berlangganan sebagai bagian dari inovasi pelayanan sektor perhubungan.
Melalui momentum Harhubnas 2026, Pemko Batam mendorong seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dan sinergi. Langkah itu diarahkan untuk membangun transportasi yang lebih aman, lancar, terkoneksi, serta mampu menopang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Editor: Bibah







