Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan reformasi perizinan dan penyederhanaan regulasi berhasil mendongkrak investasi di Batam. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp44,01 triliun, melonjak 72,83 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp25,46 triliun. Pertumbuhan itu turut mendorong ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen.
Pencapaian tersebut disampaikan Amsakar saat menjadi narasumber program PROFIT CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).
Amsakar mengatakan, selama memimpin Batam bersama Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, pemerintah fokus membenahi regulasi, mempercepat layanan investasi, serta memperkuat infrastruktur untuk meningkatkan daya saing kawasan.
“Berbagai regulasi yang diterbitkan pemerintah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing Batam dan memberikan kepastian kepada investor,” katanya.
Amsakar mengungkapkan Presiden RI menginstruksikan seluruh pelayanan kepada dunia usaha dipercepat dan disederhanakan. Arahan itu langsung ditindaklanjuti melalui reformasi sistem perizinan.
Hasilnya, proses persetujuan AMDAL yang sebelumnya memakan waktu enam bulan hingga dua tahun kini rata-rata selesai dalam 38 hari. Sementara, izin PKKPRL dapat diselesaikan sekitar dua bulan.
Percepatan layanan itu berdampak langsung pada peningkatan investasi. Selain mencapai Rp44,01 triliun, realisasi investasi Batam juga melampaui target Rp36,9 triliun atau mencapai 118,87 persen.
“Kami terus memberikan kepastian dan kemudahan agar investor semakin yakin berinvestasi di Batam,” ujarnya.
BP Batam juga mengembangkan sistem pemantauan layanan berbasis digital. Melalui sistem tersebut, seluruh proses perizinan dapat dipantau secara real time sehingga hambatan bisa segera dievaluasi.
Selain itu, pemerintah menghadirkan Duta Investasi yang mendampingi investor sejak tahap konsultasi hingga proyek berjalan.
“Investor tidak kami biarkan berjalan sendiri. Kami dampingi hingga investasinya terealisasi,” kata Amsakar.
Di sektor logistik, aktivitas pelabuhan Batam terus meningkat seiring bertambahnya layanan direct call.
Kondisi itu ikut mengangkat sektor pariwisata. Jumlah wisatawan nusantara naik dari sekitar 1,7 juta menjadi hampir 2,1 juta orang. Sementara wisatawan mancanegara meningkat dari sekitar 1,2 juta menjadi 1,5–1,6 juta orang.
Menurut Amsakar, pertumbuhan logistik, pelabuhan, dan pariwisata menciptakan efek berganda bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner hingga UMKM.
Amsakar menegaskan Batam bukan sekadar lokasi relokasi investasi dari Singapura. Batam, Singapura, dan Johor merupakan mitra pertumbuhan yang saling melengkapi.
“Batam hadir sebagai growth partner, bukan pesaing ataupun tempat pelarian investasi,” tegasnya.
Posisi Batam di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, lanjutnya, menjadi keunggulan strategis yang terus menarik investor.
Amsakar menyebut industri data center menjadi mesin pertumbuhan investasi baru di Batam. Hingga pertengahan 2026, nilai investasi sektor tersebut mencapai sekitar Rp120 triliun dengan 20 proyek yang sedang dikembangkan.
Keunggulan itu didukung keberadaan sejumlah landing station kabel bawah laut internasional di Nongsa, ketersediaan lahan, pasokan air bersih, serta penguatan pasokan listrik.
“Batam memiliki infrastruktur digital yang lengkap. Itu menjadi alasan investor memilih Batam,” ujarnya.
Amsakar juga mengungkapkan Presiden RI meminta Batam terus menjaga daya saing melalui penyederhanaan perizinan, percepatan layanan, dan pengembangan pelabuhan berstandar internasional.
Ia berharap implementasi PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025 semakin mempercepat pelayanan investasi.
“Perhatian Presiden menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam. Keberhasilan itu harus dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia usaha,” tutup Amsakar.
Editor: Difky






