Jujitsu Kepri Makin Berkembang, Persaingan Juara Porprov 2026 Kian Ketat

Kamis, 15 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Shihan Rozi Juhendra (GI Biru) sekaligus Ketua Umum Pengurus Provinsi Jujitsu Kepri

Shihan Rozi Juhendra (GI Biru) sekaligus Ketua Umum Pengurus Provinsi Jujitsu Kepri

Perkembangan jujitsu di Kepulauan Riau (Kepri) semakin terlihat. Cabang olahraga bela diri ini tak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga berkembang sebagai sarana pendidikan karakter, pertahanan diri, hingga pelatihan profesional.

Di balik perkembangan tersebut, Shihan Rozi Juhendra, yang akrab disapa Oji, terus mendorong pembinaan atlet dan memperluas pemanfaatan jujitsu di berbagai bidang.

Sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Jujitsu Kepri, Oji menilai perkembangan paling nyata terlihat dari meluasnya partisipasi daerah dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri 2026. Jika pada Porprov 2022 jujitsu mulai tampil, kini lima kabupaten/kota bersaing memperebutkan gelar juara.

Lima daerah yang mengikuti jujitsu pada Porprov Kepri 2026 ialah Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun. Karimun menjadi daerah tambahan yang ikut meramaikan persaingan tahun ini.

Bertambahnya peserta membuat persaingan semakin kompetitif. Kekuatan atlet kini tersebar di lebih banyak daerah sehingga setiap kontingen harus mempersiapkan diri dengan lebih serius.

“Artinya, perjuangan atlet meraih titel juara pada Porprov kali ini makin berat,” ujar Oji.

Meski Natuna dan Kepulauan Anambas belum berpartisipasi, ia menilai penyebaran pembinaan jujitsu di lima daerah menjadi kemajuan penting. Jumlah tersebut juga telah memenuhi persyaratan keikutsertaan cabang olahraga jujitsu dalam Porprov Kepri.

Menurut Oji, bertambahnya daerah peserta bukan sekadar menambah jumlah kontingen. Perkembangan itu menunjukkan pembinaan mulai menjangkau wilayah yang lebih luas sekaligus membuka kesempatan bagi atlet untuk mengasah kemampuan melalui kompetisi resmi.

Porprov 2026 juga menghadirkan atlet-atlet baru yang berperan penting dalam regenerasi. Karena itu, ia berharap pembinaan tidak berhenti setelah pertandingan berakhir.

Atlet perlu terus berlatih di dojo masing-masing, mendapat pendampingan pelatih, dan mengikuti kompetisi secara berkelanjutan. Dengan begitu, potensi yang muncul di Porprov dapat berkembang menjadi prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.

Bagi Oji, perkembangan jujitsu tidak cukup diukur dari banyaknya peserta. Prestasi di tingkat nasional juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan.

Pada PON XXI/2024, jujitsu Kepri meraih dua medali melalui Danang yang menyumbangkan perak dan Tomi yang meraih perunggu. Hasil tersebut menunjukkan atlet Kepri mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan nasional.

Oji terlibat dalam pembinaan atlet sebagai pelatih kepala jujitsu Kepri untuk berbagai agenda, mulai dari kejuaraan terbuka hingga kompetisi nasional.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju PON tidak mudah. Atlet harus lebih dahulu melewati babak kualifikasi sebelum memperoleh kesempatan bertanding di ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut.

“Tak mudah meraih medali di ajang PON. Untuk dinyatakan lolos bertanding pada PON itu, atlet harus melalui babak kualifikasi,” jelasnya.

Keberhasilan meraih medali menjadi modal untuk memperkuat pembinaan. Namun, Oji menegaskan bahwa jujitsu Kepri masih perlu memperluas basis atlet, meningkatkan kualitas latihan, dan menjaga kesinambungan regenerasi.

Baca Juga :  Batam Jadi Panggung Pematangan Timnas Basket 3x3 Menuju Asian Games 2026

Selain membina atlet, Oji mengembangkan jujitsu untuk kebutuhan yang lebih luas. Ia dipercaya menjadi pelatih kepala jujitsu bagi personel TNI AD di Yonif TP 849/BS, Kabupaten Lingga.

Dalam pelatihan militer, materi disesuaikan dengan kebutuhan tugas, mulai dari teknik pertahanan diri dan pengendalian lawan hingga kemampuan mengambil keputusan dalam situasi bertekanan. Seluruh latihan tetap harus mengikuti standar satuan dan memperhatikan keselamatan.

Pengalamannya juga mencakup pelatihan bagi personel keamanan profesional. Oji menjadi pelatih kepala dojo khusus personel security PT Bhakti Tidar Nusantara (Bhatara) dan membina dojo lainnya.

Ia pernah melatih jujitsu di Kantor Bakamla Zona Maritim Barat hingga 2019, lingkungan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), petugas keamanan Pelabuhan Internasional Batam Centre, serta personel Putra Tidar Perkasa (PTP).

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa teknik jujitsu dapat diterapkan sesuai kebutuhan peserta. Atlet berlatih untuk berkompetisi, sedangkan personel militer dan petugas keamanan mempelajari keterampilan yang relevan dengan tugas masing-masing.

Namun, Oji menekankan pentingnya penggunaan teknik secara bertanggung jawab.

“Setiap program harus tetap memperhatikan keselamatan, proporsionalitas penggunaan kekuatan, dan standar operasional yang berlaku,” katanya.

Oji juga menjadikan dojo sebagai ruang pembentukan karakter anak dan remaja. Melalui latihan rutin, peserta belajar disiplin, tanggung jawab, keberanian, rasa hormat, serta kemampuan mengendalikan diri.

Di atas matras, anak-anak tidak hanya mempelajari teknik. Mereka juga belajar menaati aturan, menghormati pasangan latihan, menerima kekalahan, dan memperbaiki kesalahan.

“Di atas matras, seorang anak belajar bahwa kekuatan tidak selalu berarti harus menang sendiri. Ada aturan yang harus ditaati, ada pasangan latihan yang harus dihormati, dan ada proses panjang yang perlu dijalani sebelum naik ke tingkat berikutnya,” paparnya.

Bagi remaja, jujitsu juga menjadi kegiatan positif untuk menjaga kebugaran, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengisi waktu luang.

Karena itu, Oji tidak membatasi manfaat jujitsu hanya bagi mereka yang bercita-cita menjadi atlet. Masyarakat dapat mempelajarinya untuk meningkatkan kebugaran, mengenal teknik pertahanan diri, atau bergabung dengan lingkungan latihan yang positif.

“Tidak semua orang yang datang ke dojo harus bercita-cita menjadi atlet,” ujarnya.

Ia ingin jujitsu menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan sekadar olahraga yang ramai menjelang kejuaraan.

Di tengah kesibukannya membina atlet dan mengurus organisasi, Oji tetap meluangkan waktu untuk belajar. Dalam Combat Sport Jujitsu melalui Indonesia Spider Jujitsu (ISJ), ia telah mencapai tingkat sabuk hitam DAN IV.

Namun, pencapaian tersebut tidak membuatnya berhenti mengembangkan kemampuan. Salah satu fokusnya ialah Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), aliran yang menitikberatkan teknik grappling, penguasaan posisi di lantai, dan submission.

Oji mulai menekuni BJJ sekitar sebelas tahun lalu. Ia memperoleh promosi sabuk biru pada 2023 dalam kegiatan di Jakarta, kemudian naik ke sabuk ungu pada 5 Desember 2025 di Batam.

Baca Juga :  Wagub Kepri Buka Training Center Kejurnas Junior Panahan 2026

Menurutnya, setiap aliran memiliki kurikulum, pendekatan teknik, dan standar penilaian masing-masing. Karena itu, pengalaman panjang dalam satu aliran tidak menggantikan proses belajar pada aliran lainnya.

Dalam Combat Sport Jujitsu, Oji membina atlet untuk kategori Contact/Combat Jujitsu, Fighting System, dan Show System. Sementara melalui BJJ, ia mengarahkan atlet untuk mendalami kategori Jujitsu/Newaza.

Ia berafiliasi dengan Spider BJJ yang didirikan Rally Polandos, pemegang sabuk hitam BJJ yang mendapat promosi dari Prof. Marcos Tulio Machado dari Brazilian Top Team (BTT).

Bagi Oji, pendalaman BJJ memperluas wawasan teknik sekaligus membuka peluang pengembangan metode latihan. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas atlet dengan tetap menghormati standar masing-masing aliran.

Baginya, seorang pelatih tidak pernah berhenti menjadi murid. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, semakin besar pula kebutuhan untuk terus belajar.

Pengabdian Oji juga mencakup pengelolaan organisasi olahraga. Selain memimpin Pengprov Jujitsu Kepri, ia menjabat Ketua Yayasan Indonesia Spider Jujitsu dan Kepala Humas Komite Wasit Nasional Jujitsu Indonesia.

Di luar jujitsu, ia menjadi Sekretaris Umum Pengprov Savate Kepri, pengurus KONI Kepri, serta Wakil Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kepri.

Keterlibatannya di berbagai organisasi mempertemukan aktivitas pembinaan atlet, pengembangan olahraga, dan komunikasi organisasi.

Dedikasinya di bidang kepelatihan mendapat pengakuan melalui penghargaan sebagai pelatih berprestasi dari Wali Kota Batam pada 2024 dan Gubernur Kepulauan Riau pada 2025.

Oji juga mendirikan Kenacha Martial Arts Academy Batam sebagai wadah pembinaan bela diri. Keberadaan dojo menjadi bagian penting dalam membangun sistem latihan yang berkelanjutan, baik bagi pemula maupun atlet yang mengejar prestasi.

Ke depan, ia ingin memperluas pembinaan jujitsu, terutama ke Natuna dan Kepulauan Anambas. Regenerasi atlet, peningkatan kualitas teknik, keselamatan latihan, dan penguatan organisasi menjadi pekerjaan yang harus berjalan beriringan.

“Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara prestasi, kualitas teknik, keselamatan latihan, pembinaan karakter, dan keberlanjutan organisasi,” katanya.

Bagi Oji, jujitsu memiliki banyak jalur untuk berkembang. Cabang olahraga ini dapat melahirkan atlet berprestasi, membentuk karakter generasi muda, meningkatkan kebugaran masyarakat, hingga mendukung pelatihan profesional.

Perkembangan jujitsu Kepri dan persaingan lima daerah pada Porprov 2026 menjadi salah satu penandanya. Namun, pekerjaan belum selesai. Pembinaan harus terus berjalan agar muncul atlet-atlet baru yang mampu meneruskan prestasi pendahulunya.

Dengan pengalaman sebagai atlet, pelatih, dan pengurus organisasi, Oji tetap menempatkan dirinya sebagai pembelajar. Sabuk hitam DAN IV Combat Sport Jujitsu dan sabuk ungu BJJ bukanlah garis akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang.

Sebab, membangun jujitsu bukan semata-mata melahirkan juara. Lebih dari itu, jujitsu membutuhkan pembinaan yang konsisten, regenerasi yang terjaga, dan komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Editor: Bibah

Berita Terkait

KONI Batam Tinjau TC Atlet Ju-Jitsu Batam Bidik Emas di Porprov Kepri VI
Timnas Juara, Dataran Engku Putri Bergemuruh
Amsakar Ajak Warga Batam Nobar Final Indonesia vs Thailand di Engku Putri
SMAN 18 Palembang dan SMAN 1 Kepahiang Wakili Southern Sumatra ke Final Nasional ANC 2026
Indonesia vs Singapura Digelar 20.00 WIB, Ini Rangkaian Menuju Kick-off
SEABA U17 3×3 Uji Talenta Muda Basket ASEAN di Batam
Batam Kembali Jadi Tuan Rumah Basket Internasional melalui SEABAU17 3×3
Indonesia Kirim 1.021 Atlet ke Asian Games 2026, Target Tembus Tiga Besar

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:42

KONI Batam Tinjau TC Atlet Ju-Jitsu Batam Bidik Emas di Porprov Kepri VI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:55

Jujitsu Kepri Makin Berkembang, Persaingan Juara Porprov 2026 Kian Ketat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:13

Timnas Juara, Dataran Engku Putri Bergemuruh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:10

Amsakar Ajak Warga Batam Nobar Final Indonesia vs Thailand di Engku Putri

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:53

SMAN 18 Palembang dan SMAN 1 Kepahiang Wakili Southern Sumatra ke Final Nasional ANC 2026

Berita Terbaru

Sekda Batam, Firmansyah, bersama atlet Batam saat pelepasan atlet Porprov Kepri di Dataran Engku Putri, Batam, Selasa (27/10/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:19