Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh untuk memulihkan wilayah terdampak banjir bandang sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Pemerintah memfungsikan Sekolah Rakyat tidak hanya sebagai sarana pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui fasilitas pendidikan yang layak dan terintegrasi, pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi agenda jangka panjang pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan. Ia menilai infrastruktur pendidikan yang aman dan berkualitas menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi berdaya saing. Pernyataan itu ia sampaikan pada Minggu (1/2/2026).
PU melaksanakan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh melalui dua paket pekerjaan dengan nilai kontrak sekitar Rp1,53 triliun dari APBN 2025–2026. Konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengerjakan paket pertama, sementara PT Waskita Karya (Persero) Tbk menangani paket kedua.
PU membangun Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1 di Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, dan Kota Lhokseumawe. Hingga 30 Januari 2026, PU mencatat progres fisik 2,81 persen. PU memulai pekerjaan pada 28 November 2025 dan menargetkan penyelesaian pada 25 Juli 2026.
PU juga menggarap Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 2 di Kabupaten Nagan Raya, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Singkil. Hingga akhir Januari 2026, PU mencatat progres fisik 1,70 persen. PU menjadwalkan pekerjaan berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 14 Agustus 2026.
Program Sekolah Rakyat Tahap II melanjutkan pembangunan 164 Sekolah Rakyat Rintisan Tahap I yang rampung pada 2025. Pemerintah membangun sekolah secara permanen di atas lahan 5–10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah.
PU melengkapi setiap Sekolah Rakyat dengan asrama siswa dan guru, ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, klinik kesehatan, dapur sehat, lapangan olahraga, dan ruang ekstrakurikuler. PU juga menerapkan desain mitigasi bencana untuk menjamin keamanan jangka panjang.
Secara nasional, pemerintah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi pada 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota. Program ini menampung lebih dari 112 ribu siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Sumber InfoPublik
Editor: Yuli






