Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak. Mulai pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat. Tujuannya jelas: menurunkan angka stunting di Batam.
“Penanganan stunting tidak bisa parsial. Butuh kerja sama yang terencana dan berkelanjutan. Kita ingin generasi Batam sehat, unggul, dan berkualitas,” tegas Firmansyah.
Melalui rembuk stunting, Firmansyah mendorong perangkat daerah menyusun perencanaan matang. Anggaran harus dihitung tepat. Jika terbatas, dunia usaha bisa diajak terlibat lewat Program Bapak Asuh. Semua langkah ini untuk menekan prevalensi stunting.
Data menunjukkan hasil positif. Menurut Bappeda Kota Batam, prevalensi stunting pada 2024 turun signifikan, mencapai 1,28 persen.
Firmansyah juga meminta camat dan lurah mengoptimalkan posyandu. Pendekatannya harus kreatif dan edukatif. Contohnya: menyediakan makanan sehat, memberi penyuluhan gizi, dan melibatkan anak serta remaja dalam kampanye pencegahan stunting.
“Mari bersinergi. Bergerak bersama. Tujuannya satu: menekan stunting hingga nol persen di Kota Batam,” tutup Firmansyah.
Editoe: Rega






