Kecelakaan Pesawat di Hang Nadim, Simulasi Uji Respons Darurat Besar-Besaran

Selasa, 2 Desember 2025 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Skala Penuh, di Bandara Udara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Selasa (2/12/2025). (ist)

Foto: Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Skala Penuh, di Bandara Udara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Selasa (2/12/2025). (ist)

Batam, metroposid.com: Suasana Bandara Udara Internasional Hang Nadim kembali tampak mencekam dan tegang. Ada kecelakaan terjadi, sebuah pesawat Airbus A320 tergelincir dan terbakar.

Para petugas bersiap untuk melakukan evakuasi. Hal ini dilakukan dalam latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Skala Penuh, di Bandara Udara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Selasa (2/12/2025).

Dalam skenario, pesawat fiktif Rajawali Air Airbus A320 dari Kamboja dengan 140 penumpang mengalami kerusakan mesin dan cuaca buruk saat mendarat. Hal ini disampaikan Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius.

Masih katanya, latihan dua tahunan ini mensimulasikan kecelakaan pesawat penumpang sebagai upaya menguji kesiapan seluruh unsur bandara menghadapi kondisi kritis. Latihan ini merupakan kewajiban nasional untuk memastikan standar keselamatan penerbangan tetap terpenuhi.

Baca Juga :  BIB Siapkan 346 Personel dalam Kelancaran Hadapi Nataru

“Tujuannya menguji Airport Emergency Plan, termasuk komando, koordinasi, komunikasi, serta kesiapan peralatan dan personel,” kata Anton.

Latihan melibatkan seluruh instansi terkait di bandara, TNI–Polri, hingga rumah sakit di Kota Batam. Puluhan ambulans dan kendaraan pemadam, termasuk tiga unit foam tender serta mobil komando, dikerahkan ke lokasi simulasi. Rumah sakit yang berpartisipasi antara lain RS Awal Bros, RSUD Embung Fatimah, RS Bhayangkara, dan sejumlah puskesmas terdekat.

Baca Juga :  PT Bandara Internasional Batam Salurkan Bantuan Ramadan ke Dua Panti Asuhan

Adapun simulated casualties yang dicatat antara lain sebanyak 116 selamat, 20 luka berat, dan 4 meninggal dunia. Tim pemadam bandara, ambulans internal, dan tim medis eksternal bergerak cepat melakukan evakuasi meski cuaca hujan sempat menjadi tantangan.

Kemenhub Beri Catatan Perbaikan

Kementerian Perhubungan yang hadir sebagai evaluator memberikan beberapa masukan, salah satunya terkait waktu tempuh ambulans menuju titik kejadian.

“Catatan ini akan kami tindak lanjuti untuk meningkatkan respons waktu dalam kondisi nyata. Kalau persiapan minimal 120 hari sesuai aturan. Alhamdulillah, berjalan lancar,” pungkas Anton.

Editor: Yuli

Berita Terkait

570 CPNS Kepri Lulus Latsar, Siap Mengabdi dan Layani Masyarakat
Hulubalang LAM Kepri Dikukuhkan, Ansar Minta Jadi Penjaga Marwah Melayu
Putra Kepri Raih Predikat Siswa Akademik Terbaik Bintara Polri 2026
Pertamina Patra Niaga IT Teluk Kabung Laksanakan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pasumpahan
Kepri Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Usung Konsep Main Raya Anak Nusantara
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan Infrastruktur Energi di Sumbar
Dewi Kumalasari Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Batam
Wagub Nyanyang Ajak Umat Perkuat Toleransi di Sannipata Waisak 2570 Buddhasakara
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:07 WIB

570 CPNS Kepri Lulus Latsar, Siap Mengabdi dan Layani Masyarakat

Senin, 8 Juni 2026 - 21:54 WIB

Hulubalang LAM Kepri Dikukuhkan, Ansar Minta Jadi Penjaga Marwah Melayu

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:17 WIB

Putra Kepri Raih Predikat Siswa Akademik Terbaik Bintara Polri 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:42 WIB

Pertamina Patra Niaga IT Teluk Kabung Laksanakan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pasumpahan

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:34 WIB

Kepri Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Usung Konsep Main Raya Anak Nusantara

Berita Terbaru