Komisi I DPRD Kepri Minta KI Terus Kawal Keterbukaan Informasi

Rabu, 13 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I DPRD Kepri, Muhammad Syahid Ridho, menyampaikan hal itu saat menerima audiensi KI Kepri di Ruang Rapat Graha Kepri, Batam, Selasa (12/5/2026). Humas Diskominfo Kepri

Ketua Komisi I DPRD Kepri, Muhammad Syahid Ridho, menyampaikan hal itu saat menerima audiensi KI Kepri di Ruang Rapat Graha Kepri, Batam, Selasa (12/5/2026). Humas Diskominfo Kepri

Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Riau meminta Komisi Informasi (KI) Kepri memperkuat pengawasan keterbukaan informasi badan publik. DPRD menilai tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintah terus meningkat.

Ketua Komisi I DPRD Kepri, Muhammad Syahid Ridho, menyampaikan hal itu saat menerima audiensi KI Kepri di Ruang Rapat Graha Kepri, Batam, Selasa (12/5/2026).

Ridho menilai KI Kepri tetap bekerja maksimal meski menghadapi keterbatasan anggaran daerah.

“Kami mengapresiasi KI Kepri yang tetap konsisten menjalankan tugas di tengah kondisi anggaran yang sulit,” kata Ridho.

Ia memastikan Komisi I DPRD Kepri terus mendukung program KI agar pelayanan informasi publik berjalan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ketua KI Kepri, Arison, memaparkan pihaknya telah menjalankan dua tugas utama sejak dilantik pada 2 Juli 2024, yakni menyelesaikan sengketa informasi dan meningkatkan standar layanan informasi publik.

KI Kepri mencatat 19 sengketa informasi antara masyarakat dan badan publik. KI menyelesaikan lima kasus pada 2024 dan 10 kasus sepanjang 2025.

Baca Juga :  Ansar Dorong Karimun Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Selat Malaka

“Tahun 2026 ini masih ada empat sengketa yang berproses,” ujar Arison.

Selain menyelesaikan sengketa, KI Kepri juga menggelar monitoring dan evaluasi (monev) terhadap 151 badan publik di Kepri. Monev mencakup OPD Pemprov Kepri, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, partai politik, hingga perguruan tinggi.

Namun, hasil monev 2025 belum memuaskan. Dari 151 badan publik, baru 42 yang masuk kategori informatif.

Arison menilai banyak badan publik belum memahami pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ). Di sisi lain, KI Kepri juga terbentur minimnya anggaran sosialisasi akibat efisiensi anggaran.

“Kami tetap membuka konsultasi bagi badan publik yang ingin memperbaiki layanan informasi,” kata Arison.

Ia optimistis jumlah badan publik informatif akan meningkat pada 2026 karena sejumlah instansi mulai aktif berkonsultasi dengan KI Kepri.

Dalam dialog tersebut, Sekretaris Komisi I DPRD Kepri Zaizulfikar meminta KI Kepri menjaga komunikasi dengan Pemprov Kepri, terutama Diskominfo Kepri yang menaungi anggaran KI.

Menurut dia, sinergi antarlembaga penting agar pelayanan informasi publik berjalan maksimal tanpa konflik kepentingan.

Baca Juga :  Ansar Usulkan 18 Koperasi Nelayan Merah Putih Baru, Kepri Target Bangun 100 Titik

Anggota Komisi I DPRD Kepri, Tumpal Ari Mangasi Pasaribu, turut menyoroti pelayanan administrasi kependudukan yang masih dikeluhkan masyarakat.

Ia mencontohkan antrean panjang pengurusan KTP di Disdukcapil akibat keterbatasan pelayanan dan habisnya blanko.

Tumpal meminta Disdukcapil memperbaiki sistem layanan dengan pola pendaftaran digital seperti yang diterapkan Kantor Imigrasi.

“Masyarakat meninggalkan pekerjaan mereka hanya untuk mengantre. Sistem layanan harus diperbaiki,” tegas Tumpal.

Anggota Komisi I DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, meminta pemerintah daerah tetap menjaga anggaran KI Kepri meski APBD mengalami penurunan.

Menurut dia, KI Kepri memegang peran penting dalam mengawal keterbukaan informasi publik di daerah.

“Kalaupun ada efisiensi, pemotongan anggaran jangan terlalu besar karena KI wajib menjalankan amanat UU Keterbukaan Informasi Publik,” kata Jumaga.

Audiensi berlangsung hangat dan ditutup dengan penyerahan Laporan Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) KI Kepri 2025 dari Ketua KI Kepri Arison kepada Ketua Komisi I DPRD Kepri Muhammad Syahid Ridho.

Editor: Difky

Berita Terkait

Wamenkes Tinjau CKG dan Pemeriksaan TB di Posyandu Kencana
Ansar Rotasi Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Kepri
Labkesmas Kepri Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Masyarakat
Pemprov Kepri dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
Wagub Kepri Dorong Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Daerah
Diskominfo Kepri Perkuat Kekompakan Pegawai Lewat Capacity Building
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Salurkan 5.695 Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Sinabung
Kepri-Singapura Perkuat Kerja Sama, Investasi Digital Jadi Fokus

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:26

Wamenkes Tinjau CKG dan Pemeriksaan TB di Posyandu Kencana

Rabu, 9 September 2026 - 19:17

Labkesmas Kepri Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Masyarakat

Selasa, 8 September 2026 - 21:31

Pemprov Kepri dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

Senin, 7 September 2026 - 17:10

Wagub Kepri Dorong Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Daerah

Jumat, 4 September 2026 - 20:23

Diskominfo Kepri Perkuat Kekompakan Pegawai Lewat Capacity Building

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri latihan penanganan pasca-force down Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:45