Menelusuri Jejak Sejarah Batam di Museum Raja Ali Haji

Selasa, 24 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Museum Raja Ali Haji. Museum yang berada di pusat pemerintahan Kota Batam. Foto: Istimewa

Museum Raja Ali Haji. Museum yang berada di pusat pemerintahan Kota Batam. Foto: Istimewa

Jika berkunjung ke Kota Batam, Kepulauan Riau, sempatkan singgah ke Museum Raja Ali Haji. Museum yang berada di pusat pemerintahan Kota Batam ini menyimpan berbagai koleksi penting tentang sejarah awal berdirinya Pulau Batam hingga perkembangan kota tersebut saat ini.

Di museum ini, pengunjung dapat menelusuri jejak masa kesultanan hingga era modern Batam. Beragam koleksi sejarah dipamerkan untuk memperkenalkan perjalanan panjang wilayah ini dari masa kerajaan hingga menjadi kota industri seperti sekarang.

“Sejarah tentang Batam tercatat di museum ini. Ada beberapa koleksi peninggalan sejarah yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung,” ujar salah seorang petugas museum.

Saat memasuki museum, pengunjung langsung disambut berbagai koleksi peninggalan kesultanan yang tertata di setiap sudut ruangan. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah sketsa hitam putih sosok gagah Raja Isa atau Nong Isa.

Raja Isa dikenal sebagai salah satu tokoh yang pertama merintis cikal bakal Pulau Batam hingga berkembang menjadi kota seperti sekarang.

Baca Juga :  All New Honda Vario 125 Resmi Diluncurkan, Tampil Lebih Sporti dan Modern

Setelah itu, pengunjung dapat melihat koleksi peninggalan masa kerajaan Kesultanan Riau-Lingga. Salah satu koleksi penting yang dipamerkan adalah cogan, yaitu regalia atau alat kebesaran kerajaan.

Cogan merupakan simbol kekuasaan Kesultanan Riau-Lingga yang wilayahnya dahulu mencakup Kepulauan Riau, Riau, Jambi hingga Malaysia dan Singapura. Benda ini berfungsi sebagai lambang kebesaran kerajaan sekaligus tombak kehormatan.

“Cogan ini adalah regalia. Pada masa dulu, benda ini menjadi salah satu simbol kebesaran kesultanan,” jelas petugas museum.

Museum ini juga menyimpan berbagai koleksi langka lainnya. Salah satunya batu bata dari pabrik pertama di Batam yang didirikan oleh Raja Ali Kelana bersama pengusaha Singapura Ong Sam Leong sekitar tahun 1896.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat peninggalan dari masa kolonial Belanda hingga masa pendudukan Jepang. Beberapa koleksi yang menarik perhatian antara lain meriam tua serta koper besi yang dahulu digunakan sebagai perlengkapan perjalanan.

Baca Juga :  Grand Swiss-Belhotel Batam Hadirkan The Wellness Edit 2026

Di sepanjang dinding museum, pengunjung juga dapat membaca rangkaian sejarah perkembangan Batam. Mulai dari masa kolonial, kemerdekaan Indonesia, hingga pembangunan Batam pada era Ibnu Sutowo dan B. J. Habibie yang menjadikan Batam sebagai kawasan industri strategis.

Selain menjadi destinasi wisata sejarah, museum ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya pelajar, untuk memahami perjalanan sejarah Batam dari masa ke masa.

Museum yang berada di Dataran Engku Putri, Batam Centre ini juga telah meraih sertifikat Tipe B dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Museum Raja Ali Haji buka untuk umum setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 10.00 WIB. Pengunjung dapat menikmati seluruh koleksi museum secara gratis, cukup dengan mengisi buku tamu sebelum berkeliling museum.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Ansar Dorong Konektivitas Destinasi Wisata Kepri, Bidik Peningkatan Belanja Wisatawan
Dispar Kepri Minta Pelaku Wisata Jaga Kualitas Layanan
Kemenpar Salurkan Rp817,5 Juta untuk Pulihkan Desa Adat Sade Pascakebakaran
Travel The World, Jelajah Kuliner Dunia Tanpa Boarding Pass di Batam
Grand Swiss-Belhotel Batam Hadirkan The Wellness Edit 2026
Riahi Villas Bersihkan Pantai Nirup Island di World Cleanup Day 2026
September, FOX Hotel Nagoya Batam Tebar Ragam Promo Kuliner
Tour de Bintan 2026 Kembali, 800 Pesepeda dari 42 Negara Siap Taklukkan Bintan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:11

Ansar Dorong Konektivitas Destinasi Wisata Kepri, Bidik Peningkatan Belanja Wisatawan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:15

Dispar Kepri Minta Pelaku Wisata Jaga Kualitas Layanan

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:59

Kemenpar Salurkan Rp817,5 Juta untuk Pulihkan Desa Adat Sade Pascakebakaran

Selasa, 29 September 2026 - 01:33

Travel The World, Jelajah Kuliner Dunia Tanpa Boarding Pass di Batam

Selasa, 29 September 2026 - 01:25

Grand Swiss-Belhotel Batam Hadirkan The Wellness Edit 2026

Berita Terbaru

Sekda Batam, Firmansyah, bersama atlet Batam saat pelepasan atlet Porprov Kepri di Dataran Engku Putri, Batam, Selasa (27/10/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:19