Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) memimpin rapat koordinasi penanganan darurat gempa magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).
Menko PMK memerintahkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mempercepat penanganan bencana. Pemerintah memprioritaskan keselamatan jiwa, evakuasi korban, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Ia juga meminta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto segera menuju lokasi bencana untuk memimpin penanganan di lapangan.
Menko PMK turut menginstruksikan percepatan penyaluran Dana Siap Pakai (DSP) bagi daerah yang menetapkan status tanggap darurat.
“Keselamatan manusia menjadi prioritas utama. Evakuasi harus cepat dan korban mendapat pelayanan terbaik,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berpusat di laut, 132 kilometer barat laut Ternate, dengan kedalaman 33 kilometer. Gempa juga diikuti sejumlah gempa susulan.
Guncangan mencapai skala V–VI MMI di Ternate dan IV–V MMI di Manado.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling melaporkan satu warga meninggal dunia dan kerusakan berat pada Gedung Olahraga (GOR) KONI Sario di Manado.
Kerusakan juga terjadi di salah satu rumah sakit di Manado. Kaca ruang ICU pecah dan tembok runtuh. Petugas mengevakuasi 40 pasien ke lokasi aman.
Di Maluku Utara, BPBD melaporkan lima rumah rusak berat, 18 rumah rusak ringan, serta empat gereja rusak di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate.
Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen juga melaporkan kerusakan rumah warga dan fasilitas Pelabuhan Speedboat di Tidore Utara. Sementara itu, ribuan warga di Halmahera Barat masih mengungsi di dataran tinggi.
Tim SAR dari Ternate, Manado, dan Gorontalo terus mengevakuasi korban dan memeriksa keamanan bangunan publik.
BNPB meminta pemerintah daerah segera menetapkan status tanggap darurat agar bantuan logistik dan Dana Siap Pakai dapat segera disalurkan.
Pemerintah pusat juga mengirim tim gabungan yang dipimpin Kepala BNPB bersama Basarnas dan BMKG untuk mempercepat penanganan darurat di wilayah terdampak. Sumber InfoPublik
Editor: Bibah






