Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau terus memacu digitalisasi perbankan syariah untuk membuka akses layanan keuangan bagi lebih banyak masyarakat.
Kepala OJK Kepri Sinar Danandjaya mengatakan digitalisasi dapat membuat layanan perbankan syariah lebih cepat, mudah, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia menyampaikan hal itu saat meresmikan Kantor Cabang Digital CIMB Niaga Syariah Batam, Selasa (11/8/2026).
“Kami mengapresiasi inovasi industri perbankan syariah dalam menghadirkan layanan berbasis digital. Digitalisasi perlu terus diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah sekaligus meningkatkan kualitas layanan,” ujar Sinar.
Sinar menilai Kepri memiliki modal kuat untuk mengembangkan keuangan syariah. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan syariah Kepri mencapai 62,02 persen.
Capaian itu menempatkan Kepri di peringkat kedua nasional, sekaligus melampaui rata-rata nasional 43,07 persen.
Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah Kepri mencapai 30,03 persen. Angka tersebut kembali menempatkan Kepri di posisi kedua nasional dan jauh di atas rata-rata nasional 13,24 persen.
“Capaian ini menunjukkan masyarakat Kepri memiliki tingkat pemahaman dan akses yang baik terhadap keuangan syariah. Namun, kami harus terus memperluas manfaatnya agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Menurut Sinar, teknologi dapat menjadi pintu masuk untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum optimal menggunakan produk keuangan syariah.
Meski begitu, Sinar mengingatkan industri tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan pengguna. Perbankan juga harus memastikan masyarakat memahami manfaat dan risiko setiap layanan.
Karena itu, OJK meminta industri memperkuat edukasi bagi masyarakat perdesaan, petani, peternak, pelaku sektor informal, pelajar, ibu rumah tangga, serta masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain itu, OJK memberi perhatian khusus kepada kelompok usia 15–17 tahun dan 51–79 tahun. Kedua kelompok tersebut masih membutuhkan penguatan literasi keuangan.
Untuk menjawab kebutuhan itu, Sinar meminta industri menghadirkan edukasi yang praktis, sederhana, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses. Mereka juga harus memahami cara menggunakan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab,” katanya.
Di tengah pesatnya digitalisasi, OJK juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan siber.
Sinar meminta perbankan membekali nasabah dengan pengetahuan untuk mengenali risiko penipuan dan berbagai modus kejahatan digital.
“Digitalisasi harus berjalan beriringan dengan literasi dan pelindungan konsumen. Peningkatan akses harus diikuti penggunaan layanan yang aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Untuk mempercepat pengembangan keuangan syariah, OJK mengajak pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi.
Sinar optimistis kerja sama tersebut dapat memperluas akses, meningkatkan literasi, dan mendorong inklusi keuangan syariah secara lebih merata di Kepri.
Peresmian Kantor Cabang Digital CIMB Niaga Syariah Batam turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Batam Yusfa Hendri, Pengawas Fungsi Pengawasan SP PUR Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri Kezza Mahisa Agni, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam Budi Dermawan, serta jajaran manajemen CIMB Niaga.
Editor: Bibah







