Pembahasan Revisi RTRW Kepri, Dorong Tata Ruang Sesuai Kebutuhan Batam

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Walikota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. Foto: Humas Diskominfo Batam

Wakil Walikota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. Foto: Humas Diskominfo Batam

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra memimpin rapat pembahasan revisi Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 1 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kepri 2017-2037 bersama BP Batam di Kantor BP Batam, Selasa (19/5/2026).

Li Claudia menegaskan revisi RTRW harus menyesuaikan kebutuhan riil masyarakat dan perkembangan Batam. Pemerintah juga akan mengevaluasi aturan yang sudah tidak relevan agar pembangunan berjalan lebih tepat sasaran.

“Setiap pasal akan dibahas satu per satu agar benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat Batam,” ujar Li Claudia.

Baca Juga :  Kepala BP Batam Apresiasi Konsolidasi Kadin Batam, Dorong Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Kepala Dinas CKTR Kota Batam, Azril Apriansyah mengatakan pemerintah mendorong pengembangan pelabuhan di Batam dan pulau-pulau penyangga masuk dalam revisi RTRW.

Pemerintah mengusulkan seluruh pulau berpenghuni memiliki akses pelabuhan untuk memperkuat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Menurut Azril, usulan tersebut berasal dari aspirasi masyarakat melalui Musrenbang Kota Batam dan telah dikaji bersama Dinas Perhubungan Kota Batam.

Selain memperkuat konektivitas, pelabuhan juga dinilai penting untuk mendukung pengawasan distribusi barang dan aktivitas perdagangan di kawasan Free Trade Zone (FTZ).

Baca Juga :  Jurnalis Batam dan Anak Panti: Saat Berbagi Menjadi Kebahagiaan

Dalam rapat itu, pemerintah juga membahas penyesuaian data kependudukan dan aktivitas ekonomi sebagai dasar perencanaan wilayah.

Li Claudia menilai kebutuhan logistik dan kuota barang di Batam tidak bisa hanya mengacu pada jumlah penduduk ber-KTP Batam. Pemerintah juga perlu menghitung masyarakat non-KTP Batam dan wisatawan yang setiap hari beraktivitas di Batam.

“Batam melayani masyarakat dari berbagai daerah dan wisatawan mancanegara. Karena itu, revisi RTRW harus menyesuaikan perkembangan aktivitas ekonomi dan mobilitas daerah,” katanya.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Li Claudia Dorong Sinergi Lindungi Pekerja Migran dan Cegah TPPO di Batam
McDermott Resmikan Dua Fasilitas Baru Senilai Rp4 Triliun di Batam
Bandara Internasional Batam Borong 3 Penghargaan di Best Human Capital Award 2026
Pemko Batam Salurkan 66 Hewan Kurban hingga Hinterland
KJK Potong Hewan Kurban, Doakan Amsakar Achmad Raih Haji Mabrur
PLN Batam Salurkan 18 Sapi dan 50 Kambing Kurban untuk Masyarakat
Serahkan Hewan Kurban Presiden Prabowo, Li Claudia Kobarkan Semangat Berbagi di Batam
Ribuan Warga Batam Laksanakan Salat Iduladha di Dataran Engku Putri
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:16 WIB

Li Claudia Dorong Sinergi Lindungi Pekerja Migran dan Cegah TPPO di Batam

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:50 WIB

McDermott Resmikan Dua Fasilitas Baru Senilai Rp4 Triliun di Batam

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:05 WIB

Bandara Internasional Batam Borong 3 Penghargaan di Best Human Capital Award 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:54 WIB

Pemko Batam Salurkan 66 Hewan Kurban hingga Hinterland

Kamis, 28 Mei 2026 - 00:27 WIB

KJK Potong Hewan Kurban, Doakan Amsakar Achmad Raih Haji Mabrur

Berita Terbaru

Menteri PPN/Bappenas RI Rachmat Pambudy didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad melihat sejumlah produk unggulan UMKM yang dipamerkan di Gedung Dekranasda Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Kamis (28/5/2026). Foto: Diskominfo Kepri

Pemerintahan

Menteri Bappenas Kagumi Budaya dan Potensi UMKM Kepri

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:41 WIB