Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan. Foto: Istimewa
Pemerintah Kota Batam masih menghadapi permasalahan kekurangan guru. Kekurangan guru ini sudah terjadi sejak tahun 2025 lalu. Pertumbuhan peserta didik, hingga pembangunan sekolah yang tidak sejalan dengan pemenuhan sumber daya manusia (SDM).
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Batam, kekurangan guru merata terjadi di semua jenjang pendidikan yang berada di bawah Disdik Batam.
Kepala Disdik Batam, Hendiri Arulan menyebutkan kekurangan guru TK terdapat 20 0rang guru, untuk jenjang SDN terdapat kurang lebih 700 tenaga guru. Berikutnya untuk jenjang SMPN, Hendiri menyampaikan kekurangan guru mencapai 791 orang.
“Saat ini guru kita mengajar lebih dari jam yang ada, hal ini untuk menutupi kekurangan guru tersebut,” ujarnya saat menghadiri Konsolidasi BPMD di Hotel Planet beberapa waktu lalu.
Mantan Kepala Dinas UMKM Batam ini mengungkapkan kondisi yang dihadapi saat kekurangan guru hampir terjadi seluruh Indonesia.
Batam bermohon kepada Menpan RB untuk memenuhi kebutuhan guru ini. Bermohon formasi khusus, agar Batam dapat menutupi kekurangan guru yang terjadi saat ini.
“Bahkan sekarang guru kelas diberikan pendidikan agar dapat mengajar Bahasa Inggris,” ujar Hendri
Sementara itu, Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan kekurangan guru ini masih terus dicarikan solusinys. Pemerintah daerah tidak dapat merekrut tenaga honorer, karena aturan dari pusat. Untuk formasi CPNS khusus guru juga tidak tersedia beberapa tahun belakangan ini. Guru honorer yang selama ini ada, juga telah diangkat menjadi PPPK.
“Karena penempatan, jadi ada sekolah yang kehilangan gurunya. Karena itu terjadi kekurangan guru yang cukup banyak. Pemko Batam masih mengupayakan formasi khusus, agar kekurangan guru ini dapat teratasi secepatnya,” pungkasnya.
Editor: Bibah