Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan strategi dan capaian Pemko Batam dalam menekan pengangguran saat presentasi Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah secara daring, Rabu (1/4/2026).
Ia menyebut ekonomi Batam terus tumbuh. Pertumbuhan mencapai 6,69 persen pada 2024 dan naik menjadi 6,76 persen pada 2025. Kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Pengangguran juga turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen.
Amsakar menegaskan tingginya arus migrasi menjadi tantangan utama. Batam masuk lima daerah dengan migrasi tertinggi di Indonesia.
Pada 2025, sebanyak 49.009 orang masuk ke Batam, sementara 31.353 orang keluar. Selisih 17.656 pendatang baru menambah tekanan pasar kerja.
“Ini menjadi tantangan menjaga keseimbangan lapangan kerja dan pencari kerja,” ujarnya.
Amsakar menjelaskan tingginya minat datang ke Batam dipicu peluang ekonomi. Namun, kondisi ini memicu masalah baru, seperti kesenjangan kompetensi, persaingan tenaga kerja, dan pergeseran industri ke sektor digital dan manufaktur maju.
Tenaga kerja dengan keterampilan terbatas juga masih mendominasi.
Pemko Batam fokus meningkatkan kualitas dan penyerapan tenaga kerja. Amsakar menyebut tiga program utama, yaitu perencanaan tenaga kerja, pelatihan dan produktivitas, serta penempatan kerja.
Pemko juga menggandeng perusahaan, lembaga pelatihan, perguruan tinggi, dan Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan.
Selain itu, kerja sama dilakukan dengan perusahaan penempatan pekerja migran dan lembaga pendukung pendidikan vokasi.
Amsakar optimistis Batam mampu terus menekan pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja di tengah derasnya arus migrasi.






