Puluhan Anak Pengungsi Luar Negeri di Batam Bersekolah

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Firmansyah. Foto: Humas Diskominfo Batam

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Firmansyah. Foto: Humas Diskominfo Batam

Sebanyak 67 anak pengungsi luar negeri kini mengenyam pendidikan formal di berbagai jenjang sekolah di Kota Batam. Selain itu, 38 anak lainnya mengikuti program persiapan sekolah.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menyampaikan data tersebut dalam Rapat Koordinasi Penanganan Pengungsian Luar Negeri di Daerah yang berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (28/1/2026).

Firmansyah menegaskan, Pemerintah Kota Batam menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pemenuhan hak dasar anak pengungsi. Pemko Batam tidak hanya membuka akses ke sekolah formal, tetapi juga memfasilitasi anak pengungsi berkebutuhan khusus untuk menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB).

Baca Juga :  Warga Kabil Usulkan Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat di Musrenbang

Saat ini, Kota Batam menangani 359 pengungsi dengan pendampingan International Organization for Migration (IOM). Pemerintah menempatkan para pengungsi di dua lokasi penampungan sementara, yakni Hotel Kolekta Lubuk Baja dan Akomodasi Non-Detensi Sekupang.

Mayoritas pengungsi berasal dari Afghanistan dengan jumlah 227 orang. Selanjutnya, pengungsi dari Sudan berjumlah 84 orang, Somalia 20 orang, serta sisanya berasal dari sejumlah negara lain.

Sebagai wilayah perbatasan sekaligus kawasan strategis nasional, Batam menghadapi tantangan kompleks dalam menangani isu lintas negara. Untuk itu, Pemko Batam terus memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pengawasan hunian, penanganan sosial kemasyarakatan, hingga menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Baca Juga :  Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Fokus Pembangunan Bulang

Selain sektor pendidikan, Pemko Batam juga memperkuat layanan kesehatan bagi para pengungsi melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan mitra pelaksana. Layanan tersebut mencakup edukasi kesehatan, skrining dasar, layanan kesehatan mental dan psikososial, serta rujukan medis sesuai kebutuhan.

 

Editor: Rega

Berita Terkait

Jelang HPN 2026, KJK Gandeng PMI Gelar Donor Darah
Amsakar: Skala Prioritas Musrenbag dalam Program Pembangunan Daerah
Amsakar Akui Pengelolaan Sampah dan Air Bersih Masih Jadi Tantangan
TP-PKK dan Baznas Batam Perkuat Sinergi Pembinaan Akhlak Mulia
Musrenbang Seibeduk, Amsakar Tekankan Prioritas Program dan Partisipasi Masyarakat
Antusias Masyarakat Berburu Emas di Festival Tring di One Batam Mall
Muhammad Fadhli Resmi Pimpin PPP Kepri Periode 2026–2031
Komisi I DPRD Sumsel Pelajari Pemanfaatan TIK Pemprov Kepri
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:57 WIB

Jelang HPN 2026, KJK Gandeng PMI Gelar Donor Darah

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:11 WIB

Amsakar: Skala Prioritas Musrenbag dalam Program Pembangunan Daerah

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:47 WIB

Amsakar Akui Pengelolaan Sampah dan Air Bersih Masih Jadi Tantangan

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:52 WIB

TP-PKK dan Baznas Batam Perkuat Sinergi Pembinaan Akhlak Mulia

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:11 WIB

Musrenbang Seibeduk, Amsakar Tekankan Prioritas Program dan Partisipasi Masyarakat

Berita Terbaru

Batam

Jelang HPN 2026, KJK Gandeng PMI Gelar Donor Darah

Jumat, 30 Jan 2026 - 14:57 WIB

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman
 Foto: Istimewa

Nasional

Direktur Utama BEI Mengundurkan Diri Pasca IHSG Melemah

Jumat, 30 Jan 2026 - 14:34 WIB