Ratusan siswa SMP Negeri 17 Batam pagi itu bergegas menaiki tangga lantai dua. Sebanyak 239 siswa kelas VII, VIII, dan IX duduk antusias, siap belajar cara cerdas menggunakan media sosial.
Spanduk bertuliskan “Literasi Digital Bikin Pelajar Lebih Cerdas Bermedia Sosial” menyambut mereka. Pesannya jelas: gunakan jempol di layar ponsel dengan pikiran jernih dan hati bijak.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batam menggelar kegiatan ini dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Tim PWI mendatangi 13 sekolah, termasuk SMPN 17 Batam, untuk menanamkan budaya literasi sejak dini.
Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan, Mansur, membuka acara dengan sambutan penuh makna. Ia menceritakan kisah tragis siswa SD di Nusa Tenggara Timur yang bunuh diri karena tak mampu membeli perlengkapan belajar. “Peristiwa seperti itu jangan sampai terulang. Kita semua bertanggung jawab,” tegasnya, lalu mengajak siswa menyimak materi dengan sungguh-sungguh.
Kepala SMPN 17 Batam, Syofia Asnita, menyambut kegiatan ini dengan antusias. Ia menekankan literasi bukan sekadar membaca, tetapi memahami, mengolah, dan menyampaikan gagasan. Kehadiran PWI memberi siswa kesempatan belajar langsung dari praktisi tulis-menulis dan informasi.
Arment Aditya dan tim PWI Kamal Asni, Muhammad Kamil, dan Dedi Sulaiman mengajarkan siswa cara bertanggung jawab di media sosial. Mereka menekankan bahwa media sosial bukan sekadar berbagi foto, tetapi ruang publik yang kata-katanya bisa membangun atau melukai.
Siswa aktif berdiskusi saat tim PWI membedah unggahan viral. Tawa mewarnai sesi, tetapi kesadaran baru muncul: sebelum membagikan sesuatu, pikirkan dampaknya.
Arment menegaskan, “Kami ingin ruang kelas seperti ini melahirkan generasi literat, calon jurnalis, penulis, atau warga digital cerdas.”
Kegiatan ditutup dengan foto bersama. Para siswa pulang membawa kesadaran baru kata-kata punya kekuatan, dan mereka kini belajar menggunakannya dengan bertanggung jawab.
Editor: Bibah






