Satu Kisah Pilu, Ratusan Siswa SMPN 17 Batam Belajar Arti Literasi

Kamis, 5 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PWI Batam bersama SMPN 17 Batam menggelar kegiatan literasi ini dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Foto: Istimewa

PWI Batam bersama SMPN 17 Batam menggelar kegiatan literasi ini dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Foto: Istimewa

Ratusan siswa SMP Negeri 17 Batam pagi itu bergegas menaiki tangga lantai dua. Sebanyak 239 siswa kelas VII, VIII, dan IX duduk antusias, siap belajar cara cerdas menggunakan media sosial.

Spanduk bertuliskan “Literasi Digital Bikin Pelajar Lebih Cerdas Bermedia Sosial” menyambut mereka. Pesannya jelas: gunakan jempol di layar ponsel dengan pikiran jernih dan hati bijak.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batam menggelar kegiatan ini dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Tim PWI mendatangi 13 sekolah, termasuk SMPN 17 Batam, untuk menanamkan budaya literasi sejak dini.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan, Mansur, membuka acara dengan sambutan penuh makna. Ia menceritakan kisah tragis siswa SD di Nusa Tenggara Timur yang bunuh diri karena tak mampu membeli perlengkapan belajar. “Peristiwa seperti itu jangan sampai terulang. Kita semua bertanggung jawab,” tegasnya, lalu mengajak siswa menyimak materi dengan sungguh-sungguh.

Baca Juga :  Jelang HPN 2026, KJK Gandeng PMI Gelar Donor Darah

Kepala SMPN 17 Batam, Syofia Asnita, menyambut kegiatan ini dengan antusias. Ia menekankan literasi bukan sekadar membaca, tetapi memahami, mengolah, dan menyampaikan gagasan. Kehadiran PWI memberi siswa kesempatan belajar langsung dari praktisi tulis-menulis dan informasi.

Arment Aditya dan tim PWI Kamal Asni, Muhammad Kamil, dan Dedi Sulaiman mengajarkan siswa cara bertanggung jawab di media sosial. Mereka menekankan bahwa media sosial bukan sekadar berbagi foto, tetapi ruang publik yang kata-katanya bisa membangun atau melukai.

Baca Juga :  Warga Kabil Usulkan Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat di Musrenbang

Siswa aktif berdiskusi saat tim PWI membedah unggahan viral. Tawa mewarnai sesi, tetapi kesadaran baru muncul: sebelum membagikan sesuatu, pikirkan dampaknya.

Arment menegaskan, “Kami ingin ruang kelas seperti ini melahirkan generasi literat, calon jurnalis, penulis, atau warga digital cerdas.”

Kegiatan ditutup dengan foto bersama. Para siswa pulang membawa kesadaran baru kata-kata punya kekuatan, dan mereka kini belajar menggunakannya dengan bertanggung jawab.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang
BP Batam Gelar Modifikasi Cuaca, Bidik Hujan di Waduk hingga 2 November
LPTQ Batam Bidik 10 Besar Nasional pada MTQH 2027

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:11

120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34

Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:26

Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:18

Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang

Berita Terbaru