Sebanyak 1.357 warga binaan di Kota Batam menerima remisi dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Dari jumlah tersebut, 19 orang langsung menghirup udara bebas.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerahkan remisi secara simbolis di Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam. Ia berharap remisi menjadi motivasi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yosafat Rianto, mengatakan Lapas Kelas IIA Batam mengusulkan 1.170 warga binaan untuk menerima remisi. Sebanyak 918 orang mendapat remisi, dengan 15 orang di antaranya bebas.
Dari 15 warga binaan tersebut, enam orang langsung bebas. Sementara sembilan lainnya masih menjalani pidana kurungan pengganti denda atau subsider.
Di Lapas Perempuan Batam, 186 dari 268 warga binaan menerima remisi. Satu orang di antaranya langsung bebas.
Sedangkan di Rutan Kelas IIA Batam, 253 warga binaan menerima remisi. Tiga orang di antaranya langsung bebas.
Dengan demikian, total penerima remisi dari tiga satuan pemasyarakatan di Batam mencapai 1.357 orang.
Saat membacakan sambutan tertulis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Agus Andrianto, Amsakar mengatakan pemerintah memberikan remisi sebagai penghargaan kepada warga binaan yang mengikuti pembinaan dan memenuhi persyaratan.
Menurutnya, tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, mengingatkan setiap warga negara memiliki kesempatan memperbaiki diri dan berkontribusi dalam pembangunan.
“Melalui tema ini, sistem pemasyarakatan berkomitmen menghadirkan penegakan hukum yang konsisten dan berintegritas, kepastian hukum yang adil melalui pemberian remisi bagi yang berkelakuan baik, serta memberikan kesempatan bagi alumni binaan untuk berkontribusi kembali di masyarakat,” ujar Amsakar.
Amsakar juga meminta jajaran pemasyarakatan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap peredaran narkotika, penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, dan pelanggaran etik.
Ia kemudian mengucapkan selamat kepada seluruh warga binaan yang menerima remisi, khususnya mereka yang memperoleh kebebasan.
Amsakar berharap pengalaman selama menjalani pembinaan menjadi bekal untuk memulai kehidupan baru dan kembali berkontribusi bagi masyarakat.
“Saya bersama warga Kota Batam menyambut kalian untuk kembali berkontribusi bagi Kota Batam, bangsa, dan negara yang kita cintai ini,” kata Amsakar.
Editor: Difky







