#Bidik Prestasi di Level Nasional#
Perjalanan Serda Andika Roma Saputra menuju podium tertinggi Spider Challenge 2026 tidak mudah. Ia harus melewati persaingan ketat di Kelas -69 Kg Jiujitsu Putra sebelum akhirnya merebut medali emas.
Spider Challenge 2026: Kejuaraan Jiujitsu Antar Dojo se-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berlangsung di Mall Botania 2, Batam, Sabtu (1/8/2026). Ajang ini sekaligus menjadi debut Roma di arena pertandingan jiujitsu.
Roma langsung menghadapi persaingan ketat di fase grup. Dari lima atlet, hanya dua terbaik yang berhak melaju ke semifinal. Ia mampu tampil konsisten dan keluar sebagai juara grup.
Keberhasilan itu meningkatkan kepercayaan dirinya. Pada semifinal, Roma kembali tampil agresif dan mengalahkan runner-up Grup A untuk mengamankan tiket final.
Di laga puncak, Roma menghadapi Riski, yang sebelumnya juga lolos sebagai juara Grup A. Keduanya tampil kompetitif sejak awal pertandingan. Roma mampu mengendalikan tekanan dan menutup laga dengan kemenangan.
Medali emas itu terasa spesial bagi Roma. Lahir di Tanjung Morawa, 20 Oktober 2005, ia sebelumnya tidak dikenal sebagai atlet spesialis jiujitsu.
Roma justru lebih akrab dengan olahraga lari dan sepak bola. Namun, ketika mendapat kesempatan berlatih jiujitsu, ia memilih menjalaninya dengan serius.
Roma menjadi satu dari 20 prajurit terbaik Yonif TP 849/Beladau Sakti, Lingga, yang mengikuti pemusatan latihan di Kenacha Martial Arts Academy. Bersama 19 prajurit lainnya, ia mendapat tempaan jiujitsu di bawah arahan Shihan Rozi Juhendra, Head Coach Indonesia Spider Jujitsu (ISJ).
Program tersebut tidak hanya bertujuan mencetak atlet. Para prajurit juga dipersiapkan menjadi instruktur untuk mengajarkan beladiri jiujitsu kepada ratusan prajurit Yonif TP 849/BS.
Namun, latihan intensif itu juga membuka potensi lain. Kemampuan bertanding Roma dan rekan-rekannya mulai terlihat.
“Mereka tidak hanya mampu menguasai beladiri, tetapi juga sangat potensial menjadi atlet berprestasi,” ujar Oji, sapaan Rozi Juhendra.
Spider Challenge 2026 menjadi panggung pertama bagi para prajurit untuk merasakan atmosfer pertandingan jiujitsu. Roma memanfaatkan kesempatan itu dengan maksimal.
Ia tidak sekadar mendapatkan pengalaman. Roma langsung membuktikannya dengan merebut medali emas.
Oji menilai pencapaian tersebut menjadi awal yang menjanjikan. Menurutnya, Roma dan prajurit lainnya memiliki peluang untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
“Mereka punya potensi besar untuk bertanding di level nasional,” katanya.
Emas Roma sekaligus menunjukkan hasil pembinaan yang mulai membuahkan prestasi. Program yang awalnya fokus memperkuat kemampuan beladiri prajurit kini membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet jiujitsu potensial.
Medali emas Spider Challenge 2026 justru memacunya untuk berlatih lebih keras. Ia menyadari podium pertama bukanlah akhir dari perjalanan seorang atlet.
“Saya belum puas sampai di sini. Saya akan berlatih keras untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Roma.
Emas pertama sudah ia genggam. Kini, Serda Andika Roma Saputra membidik panggung yang lebih besar dan prestasi di level nasional.
Editor: Bibah







