“Mana Janjimu”, Giliran Mati Air Pemerintah Lepas Tanggungjawab

Kamis, 22 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa warga menuntut air bersih di depan Kantor Walikota Batam, Batam Centre, Kamis (22/1/2026). Foto: Metroposid

Aksi unjuk rasa warga menuntut air bersih di depan Kantor Walikota Batam, Batam Centre, Kamis (22/1/2026). Foto: Metroposid

Ratusan warga tiga kelurahan di Kecamatan Batu Ampar, Batam, menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah mengatasi gangguan suplai air yang mereka alami sejak beberapa tahun terakhir. Aksi tersebut berlangsung di Kantor Walikota Batam, Batam Centre, Kamis (22/1/2026).

Warga dari Kelurahan Tanjunguma, Batu Merah, dan Sengkuang menyuarakan aspirasi mereka untuk mendapatkan hak dasar sebagai warga negara, yaitu air bersih.

Warga RT 02 RW 012, Tanjung Sengkuang, Oncu, mengatakan gangguan suplai air sudah berlangsung bertahun-tahun. Dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari seperti mandi dan mencuci, tetapi juga menghambat proses pengurusan jenazah.

“Bahkan untuk memandikan mayit saja, kami harus meminta bantuan agar ada suplai air. Ini fakta yang kami alami. Untuk mengurus orang meninggal saja kami kesulitan,” ucap Oncu dalam orasinya.

Baca Juga :  Metra Dinata Jabat Kepala DMBSDA, Targetkan Jalan Lingkar Prioritas

Dalam aksi itu, warga menuntut pemerintah kota Batam segera menuntaskan masalah air. Mereka juga menyoroti sikap pejabat yang dinilai hanya hadir saat momentum politik.

“Mana Wali Kota Batam? Jangan datang saat Pilkada saja. Jangan temui kami hanya ketika ingin maju dalam Pilkada. Pejabat tolong hidupkan air kami,” kata Oncu.

Warga juga mempertanyakan ketidakadilan distribusi air di wilayah mereka.

“Kenapa di tempat lain air mengalir, tapi di tempat kami tidak? Kami menuntut tanggung jawab pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga :  Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam

Beberapa kali pemerintah berjanji memperbaiki suplai air, namun warga menilai janji itu tidak pernah terealisasi.

“Memandikan saudara kita yang berpulang saja sulit. Jadi kami minta kepada Bapak Amsakar untuk bertanggung jawab dan menepati janji,” kata warga lainnya.

Aksi warga berlangsung dengan membawa baskom, galon, dan ember sebagai simbol kebutuhan air yang tidak terpenuhi. Mereka juga menyoroti ketidakadilan pembayaran tagihan air, meski suplai air tidak mengalir.

“Kami hanya dapat janji manis. Tidak pernah ditepati. Kami sudah berkali-kali melakukan mediasi dengan DPRD Batam, namun tidak ada solusi. Kami butuh air,” tegas Ucok warga lainnya.

Editor: Diki

Berita Terkait

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang
BP Batam Gelar Modifikasi Cuaca, Bidik Hujan di Waduk hingga 2 November

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:11

120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34

Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:57

Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:26

Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam

Berita Terbaru