Wamenpar: Pariwisata Ramah Muslim Perkuat Ekonomi Syariah dan Tingkatkan Daya Saing

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Wamenpar Ni Luh Puspa dalam acara Driving Indonesia’s Halal Industry Competitiveness & Global Export Readiness di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Istimewa

Wamenpar Ni Luh Puspa dalam acara Driving Indonesia’s Halal Industry Competitiveness & Global Export Readiness di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Istimewa

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat posisi Indonesia di kancah global dengan menggandeng Bank Indonesia dan sejumlah mitra strategis melalui peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.

IMTI 2025 mengukur langsung kesiapan provinsi dalam mengembangkan pariwisata ramah Muslim sesuai standar internasional. Kemenpar menetapkan 15 provinsi unggulan, dengan Aceh dan Banten mendapatkan pengakuan khusus berkat kekuatan budaya dan pengelolaan destinasi.

Kemenpar menggerakkan penguatan rantai nilai melalui program Sertifikasi Halal UMKM bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hingga kini, Kemenpar menerbitkan 14.694 sertifikat halal di 391 desa wisata yang tersebar di 33 provinsi.

Baca Juga :  OJK Tuntaskan Penyidikan Perkara Pidana Pindar PT Crowde Membangun Bangsa

Bersama Bappenas dan Bank Indonesia, Kemenpar menyusun dan menetapkan standar nasional layanan pariwisata ramah Muslim untuk menjamin konsistensi kualitas layanan di seluruh destinasi.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan peran pariwisata ramah Muslim sebagai penggerak investasi syariah di sektor riil.

“Kami menjadikan pariwisata ramah Muslim sebagai platform utama investasi syariah karena bersifat padat karya, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Kami memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi pelaku lokal,” ujar Ni Luh.

Untuk memperkuat pembiayaan, Kemenpar mempererat sinergi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Kemenpar memfasilitasi pelaku usaha pariwisata binaan agar mengikuti business matching pembiayaan syariah bersama Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian UMKM.

Baca Juga :  IASC Kembalikan Rp161 Miliar Dana Korban Scam

“Kami memperkuat kolaborasi pemerintah, industri, dan masyarakat serta menargetkan Indonesia menjadi destinasi pariwisata ramah Muslim terdepan di dunia,” tegasnya.

Sejumlah pejabat mendampingi Wakil Menteri Pariwisata, antara lain Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani, Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Masruroh, serta Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Hanifa. Acara ini juga dihadiri Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Titi Khoiriah dan Kepala BPJPH RI Ahmad Haikal Hasan.

Editor:Difky

Berita Terkait

OJK Tuntaskan Penyidikan Perkara Pidana Pindar PT Crowde Membangun Bangsa
31 Provinsi dan 397 Daerah Raih UHC Awards 2026, Batam Kategori Pratama
Siap-Siap, Menkeu Bakal Rombak Jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Gramedia dengan Cordoba dan Dompet Dhuafa Gelar “Happy Family Coloring”
Menpar RI: Pariwisata Indonesia Melampaui Sekadar Tujuan Wisata
Pariwisata Hijau sebagai Fondasi Masa Depan UMKM Indonesia
OJK Dorong Kontribusi Industri Jasa Keuangan pada Program Pemerintah
Layanan Gratis PELNI untuk Kirim Bantuan Bencana Sumut
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Wamenpar: Pariwisata Ramah Muslim Perkuat Ekonomi Syariah dan Tingkatkan Daya Saing

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:16 WIB

OJK Tuntaskan Penyidikan Perkara Pidana Pindar PT Crowde Membangun Bangsa

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

31 Provinsi dan 397 Daerah Raih UHC Awards 2026, Batam Kategori Pratama

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:06 WIB

Siap-Siap, Menkeu Bakal Rombak Jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:30 WIB

Gramedia dengan Cordoba dan Dompet Dhuafa Gelar “Happy Family Coloring”

Berita Terbaru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pemulihan aset negara (asset recovery) sepanjang 2025. Foto: Dok KPK

Nasional

KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025

Jumat, 30 Jan 2026 - 22:41 WIB

Gusti Yenosa atau Oca, kembali terpilih sebagai Ketua IJTI Kepri periode 2026–2030, dalam pemilihan demokratis di Hotel Pelangi Tanjungpinang, Jumat (30/1/2026). Foto: Istimewa

Daerah

Oca Terpilih Pimpin IJTI Kepri Periode 2026–2030

Jumat, 30 Jan 2026 - 22:30 WIB