Kemkomdigi Petakan Risiko Platform Digital terhadap Anak Lewat Self-Assessment

Selasa, 9 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid di Jakarta Foto: Humas Kemkomdigi

Menkomdigi Meutya Hafid di Jakarta Foto: Humas Kemkomdigi

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengukur risiko 175 layanan digital untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan Kemkomdigi telah menerima hasil penilaian mandiri dari 64 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sejak PP TUNAS berlaku pada Maret 2026.

Kemkomdigi memetakan risiko konten berbahaya, risiko perundungan, risiko kecanduan, risiko kesehatan, serta risiko kontak anak dengan orang asing.

Kemkomdigi juga memeriksa sistem verifikasi usia dan fitur pengawasan orang tua yang diterapkan setiap platform.

Baca Juga :  Puan Maharani Tekankan Pentingnya Menjaga Ruang Digital Tetap Sehat

“Kami mengukur setiap risiko sebelum menentukan tingkat keamanan platform bagi anak,” kata Meutya, Selasa (9/6/2026).

Kemkomdigi mendorong platform memperkuat perlindungan anak melalui fitur keamanan yang lebih ketat.

Kemkomdigi menilai setiap perubahan yang dilakukan platform untuk mengurangi risiko dan meningkatkan keamanan pengguna anak.

Netflix, Vidio, HBO Max, Disney, Roblox, PUBG Online, Free Fire, Mobile Legends, Shopee, Tokopedia, Lazada, TikTok Shop, Dana, GoPay, dan Flip.id telah menyerahkan hasil penilaian kepada Kemkomdigi.

Baca Juga :  OJK Perkuat Pengawasan Bursa Mineral, Henry Rialdi Dilantik Jadi Deputi Komisioner BMKS

Kemkomdigi meminta seluruh platform yang belum menyerahkan self-assessment segera memenuhi kewajibannya.

Kemkomdigi dapat mengategorikan platform yang tidak melapor sebagai platform berisiko tinggi dalam sistem perlindungan anak.

Melalui PP TUNAS, Kemkomdigi memperketat pengawasan platform digital, menekan risiko bagi anak, dan mendorong terciptanya ruang digital yang lebih aman. Sumber Infopublik

Editor: Baibah

Berita Terkait

Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
OJK Perkuat Pengawasan Bursa Mineral, Henry Rialdi Dilantik Jadi Deputi Komisioner BMKS
Puan Maharani Tekankan Pentingnya Menjaga Ruang Digital Tetap Sehat
Kepri Raih Terbaik II Pengelolaan Sampah, Dapat Insentif Rp1,5 Miliar
Telkom Pamerkan OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026
Kepri dan KomDigi Percepat Penuntasan Blank Spot dengan Satelit dan Frekuensi 700 MHz
Amsakar: Transmigrasi Percepat Pemerataan Pembangunan
Presiden Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN, Program MBG Masuki Babak Baru

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 00:34

Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:59

OJK Perkuat Pengawasan Bursa Mineral, Henry Rialdi Dilantik Jadi Deputi Komisioner BMKS

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:24

Puan Maharani Tekankan Pentingnya Menjaga Ruang Digital Tetap Sehat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:28

Kepri Raih Terbaik II Pengelolaan Sampah, Dapat Insentif Rp1,5 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:15

Telkom Pamerkan OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri latihan penanganan pasca-force down Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:45