Ekonomi Batam Tumbuh 6,76 Persen, Tertinggi di Kepri

Selasa, 10 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra

Perekonomian Kota Batam terus menguat sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen (year-on-year) tanpa migas. Angka ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau dan melampaui pertumbuhan ekonomi provinsi maupun nasional.

BPS mencatat ekonomi Kepulauan Riau pada 2025 tumbuh 5,88 persen, sedangkan ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Batam terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi di kawasan barat Indonesia.

Batam mencatat pertumbuhan ekonomi tanpa migas tertinggi di Kepulauan Riau. Kabupaten Bintan tumbuh 6,43 persen, Kabupaten Karimun 5,44 persen, Kota Tanjungpinang 3,31 persen, Kabupaten Lingga 3,53 persen, dan Kabupaten Kepulauan Anambas 2,87 persen. Sementara Kabupaten Natuna mengalami kontraksi -1,61 persen.

Baca Juga :  Li Claudia Dorong Festival Budaya Tionghoa Terpadu, Perkuat Pariwisata Batam

Selain itu, Batam juga menjadi penyumbang terbesar ekonomi Kepulauan Riau. Pada 2025, kontribusi Batam mencapai 66,44 persen dari total perekonomian provinsi.

Aktivitas industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, transportasi, dan logistik mendorong pertumbuhan ekonomi Batam. Arus investasi yang terus meningkat juga memperkuat struktur ekonomi daerah.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis menilai capaian tersebut menunjukkan ekonomi Batam semakin ditopang sektor industri dan investasi.

Baca Juga :  Amsakar Desak RUU Daerah Kepulauan Segera Disahkan, Dorong Keadilan Fiskal dan Penguatan Wilayah Maritim

“Pertumbuhan 6,76 persen tanpa migas menunjukkan ekonomi Batam digerakkan sektor produktif seperti manufaktur, perdagangan, logistik, dan investasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, penghitungan tanpa migas memberi gambaran lebih jelas tentang kekuatan ekonomi daerah.

“Sektor migas sangat dipengaruhi harga energi dunia. Karena itu, pertumbuhan tanpa migas lebih mencerminkan aktivitas ekonomi riil,” katanya.

Fary juga menegaskan posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional serta kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia terus menarik investasi.

“Dengan dukungan infrastruktur dan konektivitas logistik internasional, Batam semakin kuat sebagai pusat industri dan investasi global,” ujarnya.

Editor: Rega

Berita Terkait

Warga Galang Minta Pemerintah Perluas Jaringan Air Bersih dan Benahi Jalan
Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola
Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:49

Warga Galang Minta Pemerintah Perluas Jaringan Air Bersih dan Benahi Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:18

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:19

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:11

120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan

Berita Terbaru