Waspadai Tawaran Kerja Mencurigakan Pascamudik, Berpotensi TPPO

Jumat, 27 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi laporkan

Ilustrasi laporkan

Pemerintah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran pekerjaan mencurigakan setelah arus mudik Lebaran. Tawaran kerja yang tidak jelas berpotensi menjadi modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang merugikan korban secara ekonomi maupun keselamatan.

Pascamomen Lebaran, banyak masyarakat mulai mencari pekerjaan. Oknum tidak bertanggung jawab sering memanfaatkan situasi ini dengan menawarkan pekerjaan bergaji tinggi tanpa kejelasan perusahaan maupun jenis pekerjaan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengingatkan masyarakat agar lebih teliti menyaring informasi lowongan kerja. Langkah ini penting untuk mencegah masyarakat terjebak dalam praktik perdagangan orang.

Masyarakat perlu mencurigai tawaran kerja dari perusahaan yang tidak jelas identitasnya. Tawaran gaji besar tanpa syarat kualifikasi atau pengalaman juga patut diwaspadai.

Baca Juga :  Pemko Batam Salurkan Bantuan Rp4,5 Miliar untuk Korban Bencana di Sumbar

Selain itu, perekrut sering mempercepat proses penerimaan kerja dan meminta sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi. Oknum juga kerap memberikan penjelasan pekerjaan yang berubah-ubah dan tidak menyediakan kontrak kerja resmi.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran kerja melalui media sosial atau pesan pribadi tanpa proses rekrutmen resmi.

Pemerintah mengimbau masyarakat tidak tergiur tawaran pekerjaan bergaji besar dengan proses instan.

Calon pekerja perlu mencari informasi lengkap tentang perusahaan, jenis pekerjaan, dan lokasi kerja. Masyarakat juga perlu memeriksa legalitas perusahaan melalui situs resmi sebelum menerima tawaran kerja.

Baca Juga :  UMP Kepri 2026 Menunggu PP Baru

Selain itu, masyarakat diminta tidak menyerahkan dokumen asli seperti KTP atau paspor sebelum ada kontrak kerja resmi.

Pemerintah mengajak masyarakat berperan aktif mencegah praktik perdagangan orang dengan melaporkan dugaan TPPO kepada pihak berwenang.

Masyarakat dapat melaporkan melalui Hotline SAPA 129 atau WhatsApp 08111-129-129. Laporan juga dapat disampaikan melalui layanan Kepolisian di nomor 110 atau hotline 0-800-1000-000.

Melalui kewaspadaan masyarakat, pemerintah berharap praktik perdagangan orang dapat dicegah sejak dini sehingga masyarakat dapat memperoleh pekerjaan yang aman dan layak. Sumber InfoPublik

Editor: Yuli

Berita Terkait

Amsakar Turun Langsung, Tiga Anak di Bengkong Sadai Segera Difasilitasi Bersekolah
Pemko Batam Luncurkan BATAMMAS, Perketat Pengawasan Aset Daerah
PLN Batam Jelaskan Mekanisme Kompensasi Gangguan Listrik 12 Oktober 2026
Amsakar Dorong Urban Farming, KWT Diminta Optimalkan Pekarangan untuk Kendalikan Inflasi
B Ferry Buka Rute Batam–Johor, Layani Tiga Keberangkatan Setiap Hari
Dishub Batam Buka Pendaftaran Parkir Berlangganan di BCS Mall Setiap Akhir Pekan
Amsakar Perintahkan Pemko dan BP Batam Percepat Serapan Anggaran, Tuntaskan Tiga Masalah Warga
ARTOTEL Batam Gelar Dua Pameran Seni, Angkat Isu Alam, Teknologi, dan Persepsi Manusia

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:45

Amsakar Turun Langsung, Tiga Anak di Bengkong Sadai Segera Difasilitasi Bersekolah

Selasa, 3 November 2026 - 19:36

Pemko Batam Luncurkan BATAMMAS, Perketat Pengawasan Aset Daerah

Selasa, 3 November 2026 - 01:14

PLN Batam Jelaskan Mekanisme Kompensasi Gangguan Listrik 12 Oktober 2026

Selasa, 3 November 2026 - 00:44

Amsakar Dorong Urban Farming, KWT Diminta Optimalkan Pekarangan untuk Kendalikan Inflasi

Senin, 2 November 2026 - 13:01

Dishub Batam Buka Pendaftaran Parkir Berlangganan di BCS Mall Setiap Akhir Pekan

Berita Terbaru