Batam Jadi Rujukan Kawasan FTZ, Amsakar Bahas Peluang Kerja Sama dengan NTT

Senin, 11 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, menerima kunjungan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Kantor Wali Kota Batam, Senin (11/5/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, menerima kunjungan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Kantor Wali Kota Batam, Senin (11/5/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Kota Batam kembali menjadi rujukan pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) atau Free Trade Zone (FTZ) di Indonesia. Kali ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) datang langsung ke Batam untuk mempelajari strategi pengembangan kawasan FTZ dan investasi.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, disambut Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Pertemuan berlangsung interaktif dengan membahas investasi, konektivitas antarpulau, hingga peluang kerja sama ekonomi Batam dan NTT.

Emanuel mengatakan pemerintah pusat tengah merancang pengembangan NTT sebagai kawasan FTZ. Menurutnya, posisi NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan dekat Australia menjadi modal strategis untuk memperkuat ekonomi kawasan.

“Kami ingin belajar dari Batam yang terbukti sukses mengembangkan kawasan FTZ dan memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Emanuel.

Ia juga meminta masukan terkait strategi Batam menarik investor dan menciptakan iklim usaha yang kompetitif.

Baca Juga :  Pelantikan PKDP dan GEMPAR Batam, Amsakar Tekankan Program Nyata dan Peran Perantau

Menanggapi hal itu, Amsakar menegaskan keberhasilan FTZ tidak hanya bergantung pada status kawasan, tetapi juga kemudahan regulasi dan pelayanan investasi yang cepat.

“Investor melihat kepastian dan kemudahan. Karena itu perizinan harus dipermudah, termasuk melalui digitalisasi layanan,” kata Amsakar.

Ia menilai NTT memiliki peluang besar berkembang sebagai kawasan FTZ karena berada di jalur strategis perdagangan internasional.

“Posisi NTT sangat potensial karena dekat Australia dan Timor Leste. Tinggal bagaimana regulasi pemerintah mampu menarik investor masuk,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Emanuel juga menyoroti tingginya biaya logistik di wilayah kepulauan seperti NTT. Menurutnya, keterbatasan infrastruktur laut masih menjadi hambatan distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi.

Amsakar kemudian menawarkan peluang kolaborasi sektor kemaritiman. Ia menyebut Batam memiliki sekitar 135 perusahaan galangan kapal yang dapat mendukung kebutuhan transportasi laut di NTT.

“Kalau ada peluang pengoperasian kapal di NTT, tentu ini bisa menjadi kerja sama yang baik. Industri galangan kapal Batam cukup besar,” jelasnya.

Baca Juga :  Batam Gaet Investasi AI Global, Nvidia Bangun Pusat Data Pertama di Indonesia

Pertemuan tersebut juga membahas peluang promosi produk dan budaya NTT di Batam. Emanuel menyebut sekitar 40 ribu warga NTT tinggal di Batam dan berpotensi menjadi penghubung ekonomi maupun budaya kedua daerah.

Amsakar menyambut baik peluang tersebut, termasuk promosi kuliner dan kopi khas NTT di Batam serta kolaborasi budaya Melayu dan budaya NTT.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Zet Sony Libing, mengatakan ekonomi NTT tumbuh 4,32 persen dengan inflasi 2,64 persen.

Menurutnya, sektor pertanian dan perdagangan masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Namun, distribusi barang menuju Kupang yang masih bergantung pada jalur Surabaya dan Makassar membuat biaya logistik tinggi.

Karena itu, NTT berharap kerja sama dengan Batam dapat membuka pasar baru bagi produk lokal sekaligus mendorong pengembangan industri kecil dan menengah.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya
Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah
Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen
Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam
Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat
Pemko Batam Beri Masukan untuk Penguatan Tata Kelola BUMD
Batam Raih Penghargaan Nasional Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi
Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Seminar, Diskusi, dan Lokakarya

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:54

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya

Sabtu, 12 September 2026 - 21:43

Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

Jumat, 11 September 2026 - 20:54

Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen

Jumat, 11 September 2026 - 20:45

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Kamis, 10 September 2026 - 21:28

Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06