Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan pemerintah menyiapkan anggaran revitalisasi pendidikan sebesar Rp14 triliun pada 2026.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk revitalisasi sekolah di berbagai daerah, termasuk wilayah terdampak bencana. Sejumlah proyek pembangunan disebut sudah berjalan dan ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru 2026/2027.
Kemendikdasmen juga mengusulkan tambahan anggaran untuk pengadaan Interactive Flat Panel, pembangunan studio pembelajaran, serta pembagian buku dan alat tulis bagi siswa kelas 1 dan 2 SD.
“Kami mengusulkan tambahan anggaran sesuai arahan Presiden untuk penambahan 60 ribu satuan pendidikan, tambahan IFP, pembangunan studio belajar, serta pembagian buku dan alat tulis,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung menyebut Kepri diperkirakan menerima anggaran revitalisasi pendidikan sekitar Rp109 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan enam sekolah baru, masing-masing satu sekolah di Batam, Tanjungpinang, dan Natuna, serta tiga sekolah di Lingga.
“Selain sekolah baru, anggaran juga digunakan untuk rehabilitasi, pembangunan ruang kelas baru, dan toilet,” kata Andi Agung.
Ia menegaskan seluruh usulan pembangunan sekolah mengacu pada data riil dalam sistem Dapodik agar bantuan tepat sasaran.
Terkait usulan pengalihan anggaran MBG ke sektor pendidikan, Andi menegaskan program MBG tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“MBG tetap dikelola pemerintah pusat. Daerah hanya menerima pelaksanaan program,” ujarnya.






