Selain membangun sekolah baru, Pemprov Kepulauan Riau juga akan mengubah dua SMA di Batam menjadi SMK untuk memenuhi tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan kejuruan.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan berkarakter.
Menurut Ansar, sekitar 62 persen lulusan SMP di Kepri, termasuk di Kota Batam, memilih melanjutkan pendidikan ke SMK.
“Untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan itu, kami secara bertahap mengonversi sejumlah SMA menjadi SMK,” kata Ansar.
Dalam waktu dekat, Pemprov akan mengubah status SMA Negeri 18 di Tembesi, Sagulung menjadi SMK Negeri 15, serta SMA Negeri 29 di Tiban, Sekupang menjadi SMK Negeri 16.
“Kami menargetkan komposisi sekolah menengah di Kepri menjadi 70 persen SMK dan 30 persen SMA,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung mengatakan, tingginya minat terhadap pendidikan vokasi menjadi dasar Pemprov mengonversi dua SMA tersebut. Menurutnya, kebutuhan SMK di Batam terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pesatnya perkembangan kawasan industri.
Karena itu, Pemprov Kepri mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam dalam penyediaan lahan untuk pembangunan SMA dan SMK baru.
Editor: Difky






