Tiga pekan setelah gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), 1.931 sekolah dengan 171.476 murid kembali menjalankan pembelajaran. Sebagian sekolah masih menggunakan ruang darurat dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah memulihkan pembelajaran secara bertahap sesuai kondisi sekolah.
Saat ini, 1.504 sekolah menggunakan ruang darurat, 392 sekolah menerapkan PJJ, dan 35 sekolah sudah menggelar pembelajaran tatap muka.
“Penyediaan ruang belajar darurat dan seluruh bantuan yang diberikan merupakan upaya kami untuk memastikan anak-anak NTT tetap mendapatkan haknya untuk belajar di tengah situasi pascagempa,” ujar Abdul Mu’ti, Jumat (4/9/2026).
Kemendikdasmen telah mengirim 100 tenda kelas darurat ke tujuh kabupaten. Pemerintah menyalurkan delapan tenda ke Manggarai Barat, 28 ke Manggarai, 27 ke Manggarai Timur, 17 ke Nagekeo, tujuh ke Ngada, delapan ke Sikka, dan lima ke Ende.
Pemerintah juga membagikan 5.500 school kit, 500 paket sembako, 9.500 bingkisan anak, 1.500 family kit, dan 9.500 buku bacaan kepada warga terdampak.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp1,1 miliar untuk membersihkan sekolah yang rusak berat. Pemerintah juga memberikan santunan Rp47 juta kepada murid dan guru yang meninggal atau mengalami cedera akibat gempa.
Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah tidak hanya mengejar kembalinya kegiatan belajar. Pemerintah juga memastikan sekolah aman dan layak digunakan.
Kemendikdasmen menyiapkan 3.763 ruang kelas darurat dan memperbaiki pembelajaran di 1.504 sekolah yang masih menggunakan fasilitas sementara.
Pemerintah juga memberikan pendampingan psikososial kepada 822 sekolah serta memperbaiki 2.294 toilet yang terdampak gempa.
Selain itu, Kemendikdasmen memeriksa kondisi bangunan sekolah untuk memastikan keamanan murid dan guru.
“Layanan pendidikan harus bangkit dan kembali membangun kebahagiaan dan harapan anak-anak NTT menatap masa depan yang jauh lebih baik,” kata Abdul Mu’ti.
Kemendikdasmen akan terus mendata kebutuhan revitalisasi sekolah dan memperkuat pos pendidikan di setiap kabupaten. Pemerintah menargetkan sekolah kembali menjadi ruang belajar yang aman, sehat, dan layak bagi anak-anak NTT. Sumber Infopublik
Editor: Bibah







