Tiga Pekan Pascagempa, Pendidikan di NTT Mulai Pulih

Jumat, 4 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 1.931 satuan pendidikan dengan 171.476 murid kini kembali melaksanakan pembelajaran, meski sebagian masih berlangsung di ruang belajar darurat dan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (Foto: Dok Kemendikdasmen

Sebanyak 1.931 satuan pendidikan dengan 171.476 murid kini kembali melaksanakan pembelajaran, meski sebagian masih berlangsung di ruang belajar darurat dan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (Foto: Dok Kemendikdasmen

Tiga pekan setelah gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), 1.931 sekolah dengan 171.476 murid kembali menjalankan pembelajaran. Sebagian sekolah masih menggunakan ruang darurat dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah memulihkan pembelajaran secara bertahap sesuai kondisi sekolah.

Saat ini, 1.504 sekolah menggunakan ruang darurat, 392 sekolah menerapkan PJJ, dan 35 sekolah sudah menggelar pembelajaran tatap muka.

“Penyediaan ruang belajar darurat dan seluruh bantuan yang diberikan merupakan upaya kami untuk memastikan anak-anak NTT tetap mendapatkan haknya untuk belajar di tengah situasi pascagempa,” ujar Abdul Mu’ti, Jumat (4/9/2026).

Kemendikdasmen telah mengirim 100 tenda kelas darurat ke tujuh kabupaten. Pemerintah menyalurkan delapan tenda ke Manggarai Barat, 28 ke Manggarai, 27 ke Manggarai Timur, 17 ke Nagekeo, tujuh ke Ngada, delapan ke Sikka, dan lima ke Ende.

Baca Juga :  PWI Batam Gelar Workshop Literasi dan Pelatihan Jurnalistik di SMPN 30

Pemerintah juga membagikan 5.500 school kit, 500 paket sembako, 9.500 bingkisan anak, 1.500 family kit, dan 9.500 buku bacaan kepada warga terdampak.

Kemendikdasmen mengalokasikan Rp1,1 miliar untuk membersihkan sekolah yang rusak berat. Pemerintah juga memberikan santunan Rp47 juta kepada murid dan guru yang meninggal atau mengalami cedera akibat gempa.

Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah tidak hanya mengejar kembalinya kegiatan belajar. Pemerintah juga memastikan sekolah aman dan layak digunakan.

Baca Juga :  Pertamina Salurkan Bantuan untuk 534 Penyintas Gempa di Palue

Kemendikdasmen menyiapkan 3.763 ruang kelas darurat dan memperbaiki pembelajaran di 1.504 sekolah yang masih menggunakan fasilitas sementara.

Pemerintah juga memberikan pendampingan psikososial kepada 822 sekolah serta memperbaiki 2.294 toilet yang terdampak gempa.

Selain itu, Kemendikdasmen memeriksa kondisi bangunan sekolah untuk memastikan keamanan murid dan guru.

“Layanan pendidikan harus bangkit dan kembali membangun kebahagiaan dan harapan anak-anak NTT menatap masa depan yang jauh lebih baik,” kata Abdul Mu’ti.

Kemendikdasmen akan terus mendata kebutuhan revitalisasi sekolah dan memperkuat pos pendidikan di setiap kabupaten. Pemerintah menargetkan sekolah kembali menjadi ruang belajar yang aman, sehat, dan layak bagi anak-anak NTT. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

 

Berita Terkait

Pemko Batam Lanjutkan Seragam Sekolah Gratis, 52.835 Siswa Jadi Penerima
Beasiswa Pemko Batam Buka Jalan Anak Hinterland Tembus Kampus Negeri Bergengsi
BIB Salurkan Bantuan Rp49,2 Juta untuk SLB Negeri Batam
62 Persen Lulusan SMP Pilih SMK, Pemprov Kepri Tambah Sekolah Vokasi
Amsakar Tegaskan Pembangunan SMKN 13 Batam Perkuat SDM Unggul
Menkomdigi Ajak Guru Kawal PP TUNAS, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Pegadaian Ajak Mahasiswa Mulai Investasi dan Siapkan Masa Depan Sejak Dini
Wamendikdasmen Apresiasi Komitmen Kepri Bangun Pendidikan di Wilayah Kepulauan

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:35

Tiga Pekan Pascagempa, Pendidikan di NTT Mulai Pulih

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:36

Pemko Batam Lanjutkan Seragam Sekolah Gratis, 52.835 Siswa Jadi Penerima

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:05

Beasiswa Pemko Batam Buka Jalan Anak Hinterland Tembus Kampus Negeri Bergengsi

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:46

BIB Salurkan Bantuan Rp49,2 Juta untuk SLB Negeri Batam

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:47

62 Persen Lulusan SMP Pilih SMK, Pemprov Kepri Tambah Sekolah Vokasi

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06