Menkeu: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh, Koordinasi Fiskal-Moneter Diperkuat

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa usai pertemuan tertutup bersama jajaran pimpinan DPR RI dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Sabtu (6/6/2026). Pertemuan strategis itu dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Istimewa)

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa usai pertemuan tertutup bersama jajaran pimpinan DPR RI dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Sabtu (6/6/2026). Pertemuan strategis itu dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Istimewa)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan kondisi fiskal negara sangat terjaga.

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan tertutup bersama pimpinan DPR RI dan Bank Indonesia di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Sabtu (6/6/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Purbaya menyatakan pengelolaan APBN yang pruden menjaga kesehatan fiskal meski nilai tukar rupiah masih berfluktuasi.

Baca Juga :  Gramedia dengan Cordoba dan Dompet Dhuafa Gelar “Happy Family Coloring”

“Fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam kondisi sangat baik jika melihat berbagai indikator yang ada,” ujarnya.

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus mengoptimalkan instrumen fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk menjaga stabilitas rupiah, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia juga memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, sinkronisasi kedua kebijakan akan meningkatkan efektivitas stimulus ekonomi sekaligus memulihkan kepercayaan pasar terhadap rupiah.

“Koordinasi dengan bank sentral akan terus diperkuat agar dampak kebijakan fiskal dan moneter semakin signifikan bagi perekonomian,” katanya.

Baca Juga :  Purbaya Lantik 27 Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Integritas dan Peran Bea Cukai Jaga Pasar Domestik

Purbaya optimistis kebijakan yang terkoordinasi akan menjaga stabilitas rupiah dan membantu menekan tekanan harga di masyarakat.

Menurutnya, rupiah yang lebih stabil akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus menjaga daya beli masyarakat melalui harga kebutuhan pokok yang lebih terkendali.

“Sinkronisasi kebijakan ini akan memberikan manfaat bagi ekonomi, baik di tingkat makro maupun mikro,” tutupnya. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Presiden Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN, Program MBG Masuki Babak Baru
OJK Siapkan Tiga Fokus Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
KKP Siap Perkuat Pembangunan Kelautan Kepri
Nyanyang Tegaskan Komitmen Kepri Percepat Eliminasi Kusta
Ansar Jemput Dukungan Pusat untuk Percepat Penataan Pulau Penyengat
Kemkomdigi Petakan Risiko Platform Digital terhadap Anak Lewat Self-Assessment
TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Dorong Ruang Digital Aman bagi Anak lewat PP TUNAS
Livestream 11 Jam di Jalur Mudik, Dave Hendrik dan Iwet Ramadan Pecahkan Rekor MURI
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:14 WIB

Presiden Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN, Program MBG Masuki Babak Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:13 WIB

OJK Siapkan Tiga Fokus Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Minggu, 12 Juli 2026 - 00:31 WIB

KKP Siap Perkuat Pembangunan Kelautan Kepri

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:52 WIB

Nyanyang Tegaskan Komitmen Kepri Percepat Eliminasi Kusta

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:11 WIB

Ansar Jemput Dukungan Pusat untuk Percepat Penataan Pulau Penyengat

Berita Terbaru