Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun

Jumat, 17 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkomdigi Nezar Patria berbicang-incang dengan Anggota Komisi I DPR RI usai rapat tertutup di gedung DP RI, Jakarta. (Foto: Adit/KPM Kemkomdigi)

Wamenkomdigi Nezar Patria berbicang-incang dengan Anggota Komisi I DPR RI usai rapat tertutup di gedung DP RI, Jakarta. (Foto: Adit/KPM Kemkomdigi)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Raihan ini menegaskan konsistensi Kemenkomdigi dalam menjaga tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan capaian tersebut saat mewakili Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Nezar menjelaskan, opini WTP menunjukkan laporan keuangan Kemenkomdigi telah memenuhi standar akuntansi pemerintahan dan prinsip akuntabilitas yang ditetapkan BPK.

Baca Juga :  Menteri ESDM Jamin Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil

Dalam rapat tersebut, Kemenkomdigi juga melaporkan realisasi anggaran 2025 sebesar Rp10,59 triliun atau 83,53 persen dari pagu existing Rp12,67 triliun. Sementara terhadap pagu efektif Rp11,15 triliun, realisasi mencapai 94,95 persen.

Di sisi penerimaan, Kemenkomdigi membukukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp29,30 triliun, atau 116,04 persen dari target Rp25,25 triliun. Capaian itu menghasilkan surplus sekitar Rp4,05 triliun.

Surplus tersebut ditopang oleh penerimaan dari Biaya Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi Radio, Kewajiban Pelayanan Universal (USO), BHP Telekomunikasi, layanan sertifikasi, penyiaran, dan sumber PNBP lainnya.

Kemenkomdigi juga memaparkan perkembangan infrastruktur digital nasional sepanjang 2025. Layanan 4G kini menjangkau 98,95 persen populasi Indonesia, sementara cakupan 5G telah mencapai 13,11 persen kawasan permukiman.

Baca Juga :  Indonesia Bangun AI Factory 1 GW, Perkuat Posisi sebagai Pusat AI Asia Tenggara

Selain itu, layanan fixed broadband telah tersedia di 72,12 persen wilayah atau menjangkau 5.253 kecamatan di seluruh Indonesia.

Kualitas internet juga terus meningkat. Kecepatan rata-rata mobile broadband di ibu kota provinsi mencapai 63,51 Mbps, sedangkan fixed broadband tercatat 51,84 Mbps.

Rapat kerja bersama Komisi I DPR RI tersebut menjadi ajang evaluasi kinerja Kemenkomdigi sekaligus pengawasan DPR terhadap pengelolaan keuangan negara dan pelaksanaan program percepatan transformasi digital nasional. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

OJK Luncurkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan PPDP 2026–2030
Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni
Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:15

OJK Luncurkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan PPDP 2026–2030

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:28

Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Berita Terbaru