PT PLN Batam meminta masyarakat tidak membuka, memasuki, atau mengutak-atik gardu listrik di ruang publik. Imbauan ini bertujuan mencegah kecelakaan akibat tegangan tinggi sekaligus mengantisipasi maraknya aksi pencurian fasilitas publik atau rayap besi di Batam.
Manager Komunikasi dan Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, menegaskan gardu listrik merupakan aset vital yang hanya boleh ditangani petugas resmi.
“Gardu listrik berisi instalasi bertegangan tinggi. Kesalahan kecil saat membuka atau menyentuhnya dapat menyebabkan sengatan listrik hingga berakibat fatal,” tegas Yoga.
Yoga mengatakan aksi pencurian dan perusakan fasilitas publik tidak hanya merugikan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat dan mengganggu keandalan pasokan listrik.
Karena itu, PLN Batam mengajak masyarakat menjaga aset kelistrikan dengan tidak membuka gardu, mengambil komponen, atau memperbaiki gardu yang rusak.
“Jika melihat gardu terbuka atau aktivitas mencurigakan, jangan mendekat. Segera laporkan kepada PLN Batam,” ujarnya.
PLN Batam menegaskan hanya petugas resmi yang berwenang memeriksa, merawat, dan memperbaiki gardu listrik. Seluruh petugas telah dibekali kompetensi, peralatan keselamatan, dan prosedur kerja sesuai standar.
Masyarakat yang menemukan gardu terbuka atau dugaan pencurian komponen listrik diminta segera melapor melalui Contact Centre PLN Batam (0778) 5702123 atau WhatsApp 0811-7701-459.
PLN Batam juga mengapresiasi dukungan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam menjaga aset kelistrikan.
“Dengan kepedulian masyarakat, kita bisa mencegah kecelakaan, menekan pencurian fasilitas publik, dan menjaga pasokan listrik tetap andal,” tutup Yoga.
Editor: Difky






