Investasi Batam Semester I 2026 Serap 40.943 Tenaga Kerja

Minggu, 16 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

Investasi Batam sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun dan menyerap 40.943 tenaga kerja. Capaian itu menambah 9.964 lapangan kerja atau tumbuh 32,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Batam menjadikan capaian itu sebagai kado pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah tidak hanya merayakan kemerdekaan lewat seremoni, tetapi juga mengisinya dengan pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan.

Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra terus memperkuat iklim investasi dan pelayanan kepada dunia usaha.

Amsakar mengatakan pertumbuhan investasi menunjukkan dunia usaha semakin percaya kepada Batam. Karena itu, pemerintah memperkuat pelayanan, memberi kepastian berusaha, dan membangun infrastruktur sesuai kebutuhan investor.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak cukup menghitung nilai investasi. Pemerintah harus memastikan investasi terealisasi, industri berkembang, dan lapangan kerja bertambah.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” katanya.

Baca Juga :  Gangguan Listrik Batam, Produktivitas Air di Sejumlah IPA Turun

Investasi juga membuka lebih banyak lapangan kerja. Pada Semester I 2025, investasi menyerap 30.979 tenaga kerja. Setahun kemudian, jumlahnya naik menjadi 40.943 orang.

Batam menambah 9.964 tenaga kerja dalam setahun. Amsakar menilai penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan pembangunan.

“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” ujarnya.

Li Claudia Chandra menegaskan pemerintah harus meningkatkan kualitas pelayanan seiring pertumbuhan investasi. Menurutnya, investor membutuhkan kepastian sejak menanamkan modal hingga menjalankan proyek.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” katanya.

Pemko Batam, BP Batam, dan seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat koordinasi untuk merespons kebutuhan investor secara cepat dan tepat.

Baca Juga :  Amsakar Desak RUU Daerah Kepulauan Segera Disahkan, Dorong Keadilan Fiskal dan Penguatan Wilayah Maritim

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” ujarnya.

Ia menambahkan, investasi harus menciptakan lapangan kerja, menguatkan industri lokal, menggerakkan ekonomi, dan meningkatkan daya saing Batam.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), Batam mencatat realisasi investasi Rp29,89 triliun pada Semester I 2026. PMA menyumbang Rp17,80 triliun, sedangkan PMDN mencapai Rp12,09 triliun.

Capaian itu tumbuh 27,31 persen dibandingkan Semester I 2025.

Sementara itu, metode bottom-up BP Batam mencatat investasi Rp38,97 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar.

Dari target Rp70 triliun pada 2026, Batam telah merealisasikan 55,67 persen.

Capaian investasi dan penyerapan tenaga kerja itu memperkuat posisi Batam sebagai pusat investasi dan kawasan perdagangan. Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Amsakar dan Li Claudia menilai investasi bukan sekadar angka. Investasi harus membuka lapangan kerja, menggerakkan dunia usaha, dan memperkuat daya saing Batam.

Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terus bekerja bersama untuk mewujudkan semangat kemerdekaan melalui Batam yang maju, produktif, dan kompetitif.

Editor: Bibah

 

Berita Terkait

Firmansyah Ajak Mubaligh Tangkal Hoaks dan Jaga Persatuan
Warga Galang Minta Pemerintah Perluas Jaringan Air Bersih dan Benahi Jalan
Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola
Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:46

Firmansyah Ajak Mubaligh Tangkal Hoaks dan Jaga Persatuan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:18

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:19

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:11

120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan

Berita Terbaru

Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang memberikan kata sambutan pada kegiatan pelatihan membuat kue yang digelar di Perumahan Botania Garden, Batam, Kamis (29/10/2026). (Risa/DISKOMINFO KEPRI)

Pemerintahan

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Lewat Pelatihan Kue

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:45