Kemenkes Minta Warga Waspadai Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers secara daring, Minggu (6/9/2026).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers secara daring, Minggu (6/9/2026).

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) menyebarkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta warga tetap tenang dan melindungi tiga bagian tubuh yang paling rentan terdampak, yakni saluran pernapasan, mata, dan kulit.

“Sekali lagi, jangan panik,” ujar Budi, Minggu (6/9/2026).

Budi meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah selama paparan abu masih terjadi. Warga yang harus keluar rumah perlu memakai masker untuk menyaring abu vulkanik.

Jika mengalami gangguan pernapasan, segera datangi puskesmas terdekat. Kemenkes telah menyiagakan nebulizer dan oksigen konsentrator untuk menangani keluhan tersebut.

Baca Juga :  Menkes Siapkan Insentif Tambahan untuk Dokter Spesialis ke Daerah

Paparan abu juga dapat memicu gatal dan iritasi pada mata. Warga yang beraktivitas di luar rumah sebaiknya memakai kacamata pelindung.

Jika abu masuk ke mata, jangan menguceknya. Segera bilas dengan air. Jika keluhan berlanjut, periksakan ke puskesmas.

“Kalau ternyata sudah debunya masuk, pastikan jangan dikucek-kucek. Bersihkan pakai air,” kata Budi.

Abu vulkanik juga dapat menempel pada kulit. Sebagian partikelnya memiliki permukaan tajam yang berpotensi menimbulkan gangguan.

Karena itu, warga perlu membilas kulit dengan air secara hati-hati setelah kembali ke rumah. Jika muncul keluhan, puskesmas siap memberikan penanganan, termasuk salep kulit yang telah disiapkan Kemenkes.

Baca Juga :  Podium Sunset dan Joging Track Taman Gurindam 12 Bisa Dimanfaatkan

Kemenkes mengaktifkan seluruh Health Emergency Operation Center (HEOC) di wilayah terdampak. Tim tersebut memantau kondisi kesehatan masyarakat dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota.

Kemenkes juga akan menerbitkan surat edaran sebagai panduan bagi tenaga kesehatan di daerah terdampak. Koordinasi melalui Zoom berlangsung rutin untuk memperbarui informasi dan menentukan langkah penanganan.

Budi kembali meminta warga tetap tenang, membatasi aktivitas di luar rumah, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik. Sumber Infopublik

Editor: Difky

 

Berita Terkait

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang
BP Batam Gelar Modifikasi Cuaca, Bidik Hujan di Waduk hingga 2 November
LPTQ Batam Bidik 10 Besar Nasional pada MTQH 2027

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:19

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34

Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:57

Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:26

Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:18

Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang

Berita Terbaru

Sekda Batam, Firmansyah, bersama atlet Batam saat pelepasan atlet Porprov Kepri di Dataran Engku Putri, Batam, Selasa (27/10/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:19