Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan budaya Melayu merupakan bagian penting dari identitas Batam yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Ia menilai kekayaan budaya juga dapat memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri penutupan Sembang Budaye Lembaga Adat Melayu (LAM) enam kecamatan wilayah timur di Lapangan Bola Legenda Malaka, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Minggu (13/9) malam.
Mengusung tema “Menjulang Adat dan Marwah dengan Merangkai Seni Budaya Melayu”, kegiatan ini melibatkan Kecamatan Bulang, Galang, Nongsa, Batam Kota, Sungai Beduk, dan Bengkong.
Beragam kesenian Melayu tampil dalam acara tersebut, antara lain Joget Lambak, Joget 60-an, Tarung Pantun, dan Gurindam 12. Masyarakat juga menikmati penampilan artis Malaysia Roger Kajol dan Grup Malaykustik.
Amsakar mengatakan Sembang Budaye menjadi salah satu langkah untuk mempertegas identitas Batam sebagai daerah dengan akar budaya Melayu yang kuat.
“Ini adalah ikhtiar kita untuk meletakkan secara jelas identitas negeri,” ujar Amsakar.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup melalui kegiatan seremonial. Pemerintah harus memperkuatnya melalui kebijakan yang menjamin keberlangsungan adat dan budaya.
Batam telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam. Pemerintah Kota Batam bersama pihak terkait juga tengah memfinalisasi Perda tentang Kampung Tua.
Amsakar menilai kedua regulasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah menjaga identitas, adat, sejarah, dan budaya Melayu di Batam.
“Dua Perda ini semakin menegaskan bahwa keberpihakan terhadap negeri ini melalui budaya harus betul-betul nyata,” katanya.
Amsakar berharap kegiatan seni dan budaya seperti Sembang Budaye terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain melestarikan warisan budaya, kegiatan tersebut dapat mendukung pengembangan pariwisata Batam.
“Melalui suguhan budaya ini dapat memberikan nilai tambah bagi Batam untuk menegaskan Batam sebagai destinasi wisata budaya,” ujar Amsakar.
Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam Raja Muhammad Amin mengatakan Sembang Budaye digelar dalam rangka Hari Jadi LAM Batam ke-26. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu sekaligus mengenalkan dan menghidupkan kembali seni budaya Melayu.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Batam, khususnya Wali Kota Amsakar Achmad, terhadap keberadaan dan penguatan kelembagaan adat Melayu.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Wali Kota Batam karena di era beliaulah LAM memiliki Perda,” katanya.
Rangkaian Sembang Budaye akan berlanjut di wilayah barat pada 3 Oktober 2026 di Kecamatan Sekupang.
Penutupan Sembang Budaye berlangsung dalam suasana akrab. Musik Melayu, pantun, gurindam, dan tarian mengiringi antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Amsakar turut berjoget bersama masyarakat. Momen itu mempererat suasana sekaligus menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat.
Editor: Bibah







