Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mendorong penguatan kerja sama kesehatan lintas negara. Hal itu disampaikannya saat menjamu praktisi medis internasional di Harris Hotel Batam Center, Senin (28/9/2026).
Nyanyang menyebut posisi Kepri sebagai wilayah perbatasan membuka peluang besar untuk kerja sama internasional.
“Kepulauan Riau merupakan wilayah yang memiliki posisi strategis sebagai kawasan perbatasan dan pintu gerbang Indonesia. Kepri juga sangat terbuka terhadap kerja sama internasional,” ujar Nyanyang.
Menurut Nyanyang, Kursus Pengenalan bagi Praktisi Medis Internasional tidak sekadar meningkatkan kemampuan profesional.
Kegiatan itu juga membuka ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman dan membangun jejaring dengan tenaga kesehatan dari berbagai negara.
“Dunia kesehatan tidak mengenal batas negara. Tantangan kesehatan juga semakin kompleks. Karena itu, kita membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan pertukaran pengetahuan,” katanya.
Nyanyang juga mendorong kerja sama dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pengembangan teknologi medis, penelitian, dan pelayanan kesehatan.
Nyanyang berharap peserta mendapat pengalaman profesional sekaligus mengenal Kepri lebih dekat.
Ia juga berharap pertemuan tersebut membuka kerja sama baru di sektor kesehatan.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, memberikan manfaat besar, dan menjadi awal kerja sama yang lebih luas di masa mendatang,” ujarnya.
Jamuan makan malam itu dihadiri Tuan Nurul Faiz dari Jabatan Laut Malaysia, Haji Arif dari Triple 8 Enterprise, Dr. Yuslina dari Poliklinik Yuslina Sendirian Berhad, Dr. Khamsia dan Dr. Yusmera dari Andora Hospital, Captain Ng dari National Union of Shipera Nyuspan Malaysia, serta En Suhairi dari Shipera Management Center.
Nyanyang turut didampingi Staf Khusus Gubernur Kepri Syarifah Normawati, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kepri Hendri Kurniadi.
Editor: Yuli







