Ribuan warga memadati Alun-Alun SP Plaza, Tembesi, Sagulung, Sabtu (10/10/2026) malam, untuk memeriahkan Sagulung Merdeka Fest 2026. Pawai budaya, pertunjukan seni, hiburan, dan pembagian hadiah mewarnai perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir menyapa warga yang memadati lokasi. Enam kelurahan di Kecamatan Sagulung menampilkan pawai budaya dengan ciri khas masing-masing. Sanggar Wan Sendari turut memeriahkan acara melalui Tarian Pesona Budaya Indonesia.
Amsakar mengapresiasi antusiasme warga dan penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai partisipasi masyarakat serta beragam pertunjukan yang tersaji menunjukkan kuatnya kebersamaan warga Sagulung.
“Menurut catatan saya, ini adalah rangkaian HUT tingkat kecamatan yang luar biasa. Pertama, kehadiran masyarakat yang membludak. Kemudian, doorprize-nya juga luar biasa banyak. Baru malam hari ini pula kita menyaksikan tarian Nusantara dengan level yang sudah setingkat Kota Batam,” ujarnya.
Amsakar menegaskan, kebersamaan masyarakat dapat menjadi kekuatan untuk mendukung pembangunan Batam. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan membangun suasana yang positif.
“Energi bersama ini kalau kita garap secara baik dan kita orkestrasi secara baik, akan menjadi kekuatan yang hebat. Energi bersama itu ditunjukkan secara jelas di Kecamatan Sagulung ini,” katanya.
Ia juga mengingatkan warga agar menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum mempererat hubungan dan meningkatkan kepedulian antarsesama, bukan sekadar menikmati hiburan.
“Jadikan momentum ini untuk mempererat persatuan, saling mendukung satu sama lain, serta meminimalisir cerita-cerita yang tidak baik. Mari kita bangun suasana yang positif agar kebersamaan ini menjadi kekuatan bagi Batam,” pesannya.
Camat Sagulung, M. Arfie Eranov, menjelaskan bahwa Sagulung Merdeka Fest 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI yang digelar Pemerintah Kota Batam di 12 kecamatan setiap tahun.
Karena Sagulung mendapat jadwal pelaksanaan pada Oktober, panitia memilih konsep hiburan dan pertunjukan seni, berbeda dari perayaan sebelumnya yang diisi berbagai perlombaan.
“Karena Sagulung mendapatkan jadwal di bulan Oktober, konsepnya kita ubah. Jadi, kali ini bukan lagi lomba-lomba, tetapi kita menghadirkan hiburan untuk seluruh masyarakat Sagulung,” kata Arfie.
Ia berharap festival tersebut mempererat hubungan pemerintah dan masyarakat sekaligus memberi kesempatan bagi warga untuk menikmati hiburan bersama.
“Mudah-mudahan apa yang bisa kami sajikan pada malam hari ini menjadi bentuk kebersamaan bagi kita semua,” tuturnya.
Editor: Difky







