Hotspot Karhutla Melonjak Jadi 799 Titik, Kemenhut Perkuat Pemadaman

Sabtu, 17 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan Manggala Agni Kemenhut melakukan pemadaman karhutla. (Foto: Humas Kemenhut)

Pasukan Manggala Agni Kemenhut melakukan pemadaman karhutla. (Foto: Humas Kemenhut)

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah jumlah titik panas (hotspot) melonjak tajam. Data SiPongi hingga Kamis (15/10/2026) pukul 21.00 WIB mencatat 799 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, naik 427 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 372 titik.

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi. Di tengah peningkatan tersebut, Kemenhut juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya empat orang saat membantu pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Dua orang lainnya mengalami luka bakar serius dan menjalani perawatan medis lanjutan.

Kemenhut menegaskan keselamatan personel harus menjadi prioritas dalam setiap operasi pemadaman. Petugas perlu memantau arah angin dan perkembangan api, memastikan jalur evakuasi, menjaga komunikasi, serta menilai kondisi lapangan sebelum dan selama operasi.

Data SiPongi menunjukkan enam provinsi prioritas karhutla mencatat total 615 hotspot. Kalimantan Tengah mendominasi dengan 389 titik, meningkat dari 130 titik pada hari sebelumnya.

Sumatra Selatan menyusul dengan 122 titik, naik dari 91 titik. Sebaliknya, Kalimantan Barat mencatat penurunan dari 59 menjadi 42 titik.

Sementara itu, Jambi mencatat 31 titik, meningkat dari sembilan titik. Kalimantan Selatan juga naik dari lima menjadi 31 titik. Adapun Riau tidak mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kemenhut menjelaskan, satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mendeteksi hotspot berdasarkan anomali suhu permukaan. Satu kejadian kebakaran bisa menghasilkan beberapa titik panas. Karena itu, jumlah hotspot tidak serta-merta menggambarkan jumlah kejadian kebakaran atau luas lahan yang terbakar.

Baca Juga :  127 Personel Polresta Barelang Resmi Naik Pangkat, Kapolresta Ingatkan Amanah dan Tanggung Jawab

Petugas tetap harus memverifikasi setiap indikasi melalui pemeriksaan lapangan untuk memastikan keberadaan api dan menentukan langkah penanganan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin meninjau langsung penanganan karhutla di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Kamis (15/10/2026).

Tim memprioritaskan sejumlah lokasi yang sebelumnya teridentifikasi melalui pemantauan drone termal. Salah satunya kawasan Pesalat yang berdekatan dengan zona inti taman nasional dan habitat penting orangutan.

Pemerintah juga memperkuat akses menuju lokasi pemadaman. Tim menyiapkan jalur darat sebagai alternatif jalur sungai yang aksesnya bergantung pada kondisi pasang surut. Jalur tersebut diharapkan mempercepat pengiriman personel, peralatan, dan logistik.

Selain membuka akses, pemerintah membangun sumur bor di sepanjang jalur menuju lokasi prioritas. Langkah ini bertujuan mendekatkan sumber air dengan titik pemadaman, terutama di lahan gambut yang membutuhkan pembasahan intensif.

Untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca pada 15–16 Oktober 2026.

Tim menjalankan penerbangan dari Banjarmasin karena jarak pandang di Palangka Raya dan Pangkalan Bun belum memungkinkan operasi dari kedua lokasi tersebut.

Kemenhut juga mengandalkan kolaborasi Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, masyarakat, relawan, dan dunia usaha.

Mereka melakukan patroli, memeriksa hotspot, memadamkan api, menyekat penjalaran kebakaran, membasahi lahan, serta menyisir dan mendinginkan bara.

Pada lahan gambut, petugas tidak boleh menghentikan operasi hanya karena api di permukaan sudah padam. Bara masih bisa bertahan di bawah tanah dan memicu kebakaran kembali. Karena itu, petugas harus melanjutkan pembasahan dan pendinginan hingga lokasi benar-benar aman.

Baca Juga :  OJK Limpahkan Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Perbankan PT BPR DCN ke Kejaksaan

Karhutla juga mengancam kesehatan masyarakat. Pemantauan kualitas udara berbasis PM2,5 menunjukkan sejumlah wilayah berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, beberapa lokasi di Sumatra, Kalimantan, dan wilayah lain masih mengalami kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan berbahaya secara lokal.

Kemenhut mengimbau masyarakat memantau informasi kualitas udara dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar.

Anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis perlu mendapat perhatian khusus.

Kemenhut juga meminta masyarakat tidak menangani satwa liar yang terluka atau terdampak kebakaran secara mandiri. Warga sebaiknya menjaga jarak, mencatat lokasi dan kondisi satwa jika memungkinkan, lalu melaporkannya kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), balai taman nasional, atau petugas kehutanan terdekat.

 

Kemenhut mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kemunculan asap, titik api, aktivitas pembakaran, atau kondisi lain yang berpotensi memicu kebakaran. Sumber Infopublik

Masyarakat dapat menyampaikan laporan karhutla melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan dengan kanal berikut:

Berita Terkait

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang
BP Batam Gelar Modifikasi Cuaca, Bidik Hujan di Waduk hingga 2 November

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:11

120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34

Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:57

Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:26

Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam

Berita Terbaru