Pemerintah Bidik Internet 100 Mbps, Tarif Rp100 Ribu per Bulan

Senin, 19 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid, dalam Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Senin (19/10/2026). Foto: Dunia Meutya/Kemkomdigi

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid, dalam Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Senin (19/10/2026). Foto: Dunia Meutya/Kemkomdigi

Pemerintah membidik layanan internet berkecepatan hingga 100 megabit per detik (Mbps) dengan tarif sekitar Rp100.000 per bulan. Pemerintah mendorong target tersebut melalui pemanfaatan spektrum frekuensi 1,4 gigahertz (GHz) untuk memperluas akses internet cepat dan terjangkau.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid mengatakan, perluasan jaringan telekomunikasi harus diikuti peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan agar masyarakat di berbagai daerah dapat merasakan manfaat transformasi digital.

Meutya menyampaikan hal itu dalam Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2026, sekitar 235 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet dengan tingkat penetrasi 81,72 persen. Jaringan 4G juga telah menjangkau 98,96 persen populasi Indonesia.

Namun, luasnya jangkauan jaringan belum sepenuhnya menjamin kualitas layanan. Sebagian masyarakat masih menghadapi koneksi tidak stabil dan biaya internet yang membatasi pemanfaatannya.

“Rata-rata nasional belum menggambarkan pengalaman seluruh masyarakat. Sebagian masih menghadapi koneksi yang tidak stabil atau biaya layanan yang membatasi pemanfaatannya,” ujar Meutya.

Baca Juga :  Panen Raya Karawang, Presiden Apresiasi Jasa Insan Pertanian

Ia menyebut rata-rata kecepatan internet bergerak (mobile broadband) mencapai 84,03 Mbps. Sementara itu, internet tetap (fixed broadband) mencatat kecepatan rata-rata 67,45 Mbps.

Menurut Meutya, pemerintah perlu memastikan konektivitas tidak sekadar menjangkau masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas belajar, pekerjaan, usaha, dan akses pelayanan publik.

Pemerintah mendorong pemanfaatan spektrum 1,4 GHz untuk menghadirkan layanan internet pita lebar dengan tarif lebih kompetitif. Targetnya, masyarakat dapat menikmati kecepatan hingga 100 Mbps dengan biaya sekitar Rp100.000 per bulan.

Meski demikian, angka tersebut masih menjadi sasaran pengembangan layanan. Pemerintah belum menjamin paket dengan kecepatan dan tarif tersebut tersedia merata di seluruh wilayah.

Selain frekuensi 1,4 GHz, pemerintah memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk memperluas layanan 4G dan 5G, termasuk ke wilayah yang masih mengalami keterbatasan konektivitas.

Pemerintah juga mendorong operator memenuhi kewajiban pembangunan jaringan agar investasi telekomunikasi tidak hanya terkonsentrasi di kawasan yang memiliki potensi pasar besar.

Baca Juga :  Kemkomdigi Salurkan 15 Ton Logistik dan 20 Starlink untuk Korban Gempa NTT

Meutya mengajak operator dan investor memperkuat investasi serta meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat memperoleh manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur digital.

Meutya menegaskan, transformasi digital harus menghasilkan manfaat nyata bagi perekonomian dan pelayanan publik. Masyarakat serta pelaku usaha perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai ekonomi.

Di sisi lain, pemerintah juga menekankan keamanan pengguna dan kepastian regulasi bagi industri. Prinsip keamanan dan kepercayaan (safe and trusted) harus menjadi bagian dari pengembangan ekosistem digital nasional.

Untuk mencapai target tersebut, Kemkomdigi mendorong kolaborasi dengan operator telekomunikasi, perusahaan teknologi, perusahaan rintisan (startup), investor, akademisi, dan komunitas.

Meutya mengatakan, Kemkomdigi berperan menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Sinergi lintas sektor itu diharapkan mempercepat agenda transformasi digital dalam Asta Cita sekaligus memperluas manfaat teknologi bagi masyarakat.

Ia berharap pembangunan jaringan berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas, kualitas pelayanan publik, dan perlindungan masyarakat dalam menggunakan layanan digital. Sumber Infopublik

Editor: Yuli

Berita Terkait

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan
Indonesia-Malaysia Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham Rp4 Triliun, Sisa Dana Lebih dari Rp3 Triliun
Kebakaran Bromo Tewaskan Empat Orang, BKN Pastikan Hak Keluarga ASN Terpenuhi

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:23

Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:44

Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:21

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan

Berita Terbaru

Sekda Batam, Firmansyah, bersama atlet Batam saat pelepasan atlet Porprov Kepri di Dataran Engku Putri, Batam, Selasa (27/10/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:19