ARTOTEL Batam Gelar Dua Pameran Seni, Angkat Isu Alam, Teknologi, dan Persepsi Manusia

Minggu, 1 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pameran bertajuk Organic Syntax karya Era Premakara dan Layers of Becoming karya Abyu Amanda Aldi di ARTOTEL Batam. Foto: Istimewa

Pameran bertajuk Organic Syntax karya Era Premakara dan Layers of Becoming karya Abyu Amanda Aldi di ARTOTEL Batam. Foto: Istimewa

ARTOTEL Batam menghadirkan dua pameran seni kontemporer melalui ARTSPACE. Pameran bertajuk Organic Syntax karya Era Premakara dan Layers of Becoming karya Abyu Amanda Aldi ini mengajak pengunjung melihat kembali hubungan manusia dengan alam, teknologi, memori, dan realitas.

Kedua pameran tunggal tersebut berlangsung mulai 30 Oktober 2026 hingga 28 Februari 2027. Masing-masing seniman menawarkan pendekatan berbeda untuk mengajak publik memahami perubahan cara manusia membangun hubungan dan memaknai dunia.

Era Premakara mengeksplorasi pertemuan alam, memori personal, dan teknologi digital. Sementara Abyu Amanda Aldi mengangkat persoalan persepsi visual serta pengaruh gambar terhadap cara manusia memahami realitas.

General Manager ARTOTEL Batam, Andi Anggreni, mengatakan ARTSPACE menjadi wadah bagi seniman untuk menyampaikan gagasan dan memperkenalkan karya kepada masyarakat.

“Melalui ARTSPACE, ARTOTEL Batam ingin terus menghadirkan ruang bagi seniman untuk menyampaikan gagasan, perspektif, dan kreativitas mereka kepada masyarakat. Seni bukan hanya tentang apa yang kita lihat, tetapi juga bagaimana kita memahami dan merasakan sesuatu dari sudut pandang berbeda,” ujarnya.

Dalam Organic Syntax, Era Premakara mengolah hubungan alam, teknologi, dan pengalaman manusia melalui perpaduan fotografi serta pemrograman C++.

Ia memproses gambar berbagai objek organik, seperti tanaman, bunga, akar, buah, dan hamparan sawah, menjadi komposisi visual berbasis komputasi.

Melalui pendekatan tersebut, Era tidak sekadar menampilkan alam sebagai objek seni. Ia menjadikan unsur-unsur organik sebagai simbol memori personal, perjalanan hidup, dan hubungan manusia dengan tempat asalnya.

Baca Juga :  Amsakar: SDM Jadi Fokus Utama Pembangunan Batam

Jahe, misalnya, menjadi metafora akar dan asal-usul yang membentuk identitas manusia. Sementara bunga menggambarkan pertumbuhan, perkembangan, dan transformasi kehidupan.

Berbagai jenis bunga dalam karya Era juga merepresentasikan periode tertentu dalam perjalanan hidupnya. Dengan demikian, objek botani tersebut sekaligus menjadi fragmen ingatan yang merekam pengalaman personal.

Era juga mempertemukan unsur alam dengan teknologi untuk menghadirkan paradoks. Objek alami berubah menjadi data digital, sementara sistem komputasi menghasilkan visual yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan manusia.

Lebih jauh, pameran ini menyinggung hubungan manusia dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Era mengajak pengunjung mempertanyakan apakah kedekatan yang terbangun melalui interaksi digital memiliki makna emosional yang nyata atau sekadar simulasi.

Berbeda dengan Era, Abyu Amanda Aldi melalui Layers of Becoming menyoroti pengaruh gambar terhadap cara manusia memahami diri sendiri dan lingkungan.

Perkembangan media sosial, produksi gambar secara masif, serta kemunculan AI telah mengubah cara manusia menciptakan, mengonsumsi, dan menafsirkan informasi visual.

Abyu menuangkan gagasannya melalui karya lukis dengan teknik pelapisan material, seperti tali dan kain kasa (cheesecloth), pada permukaan kanvas.

Ia menanam dan melepaskan material tersebut untuk menciptakan tekstur berupa garis-garis halus yang mengaburkan sebagian gambar. Teknik ini sekaligus mengurangi kejelasan objek dan menantang kebiasaan manusia dalam mengenali serta memberi makna pada sesuatu.

Baca Juga :  Kriyanusa 2026 Dorong Perajin Tembus Pasar Global

Bagi Abyu, lukisan menjadi bentuk perlawanan terhadap kebiasaan manusia yang terlalu cepat menyimpulkan apa yang dilihat.

Melalui pengaburan elemen visual, ia membuka ruang interpretasi yang lebih luas. Pengunjung diajak mempertanyakan apa yang terlihat, apa yang terlewat, serta bagaimana pengalaman dan ingatan pribadi memengaruhi penilaian terhadap sebuah gambar.

Pameran ini juga mendorong pengunjung bersikap kritis terhadap proses produksi dan penyebaran gambar di era digital. Sebab, informasi maupun berita dapat menghadirkan makna berbeda bergantung pada waktu, tempat, dan pengalaman orang yang menerimanya.

Meski menggunakan pendekatan artistik berbeda, kedua pameran tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni mengajak manusia memahami realitas melalui pengalaman, persepsi, dan interaksi dengan lingkungan.

Era Premakara membawa pengunjung menelusuri hubungan alam, memori, dan teknologi. Sementara Abyu Amanda Aldi mengajak mereka mempertanyakan cara gambar membentuk persepsi terhadap dunia.

Melalui dua pameran ini, ARTOTEL Batam ingin mempertemukan kreativitas dan gagasan sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni kontemporer.

Pengunjung dapat menikmati Organic Syntax dan Layers of Becoming di ARTSPACE, ARTOTEL Batam, hingga 28 Februari 2027.

Untuk informasi dan reservasi, pengunjung dapat menghubungi +62 811-7758-922 atau mengikuti akun Instagram resmi @artotelbatam.

Editor: Bibah

Berita Terkait

BP Batam Apresiasi 19 Kategori Investor, Realisasi Investasi Tembus Rp59,73 Triliun
Amsakar: Pendidikan Harus Berorientasi Global, Batam Siapkan Generasi Berdaya Saing
Amsakar Tekankan Sinergi DPRD dan Pemko Batam untuk Percepat Pembangunan
Firmansyah Ajak Mubaligh Tangkal Hoaks dan Jaga Persatuan
Warga Galang Minta Pemerintah Perluas Jaringan Air Bersih dan Benahi Jalan
Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola
Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 05:45

ARTOTEL Batam Gelar Dua Pameran Seni, Angkat Isu Alam, Teknologi, dan Persepsi Manusia

Minggu, 1 November 2026 - 04:34

BP Batam Apresiasi 19 Kategori Investor, Realisasi Investasi Tembus Rp59,73 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:58

Amsakar: Pendidikan Harus Berorientasi Global, Batam Siapkan Generasi Berdaya Saing

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:50

Amsakar Tekankan Sinergi DPRD dan Pemko Batam untuk Percepat Pembangunan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:46

Firmansyah Ajak Mubaligh Tangkal Hoaks dan Jaga Persatuan

Berita Terbaru