Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Administrasi Manajemen PKK dan pelaksanaan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu di Hotel Planet Holiday, Rabu (22/4/2026).
Amsakar menegaskan keberhasilan organisasi, termasuk PKK dan Posyandu, bergantung pada tata kelola yang baik. Ia menilai administrasi yang tertata menjadi fondasi utama dalam menjalankan program secara efektif.
“Organisasi yang kuat berawal dari tata kelola yang baik, dimulai dari administrasi yang rapi, mulai perencanaan hingga pengawasan,” ujarnya.
Ia menyebut bimtek ini penting untuk meningkatkan kapasitas kader PKK sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kader diharapkan memahami standar kerja dan regulasi yang berlaku secara seragam.
“Kader PKK memiliki peran strategis. Karena itu, pemahaman harus sama agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai ketentuan,” katanya.
Amsakar juga menyoroti Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang memperluas peran Posyandu melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Layanan tersebut mencakup sektor kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, lingkungan hidup, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.
Menurutnya, perluasan ini menuntut kader PKK lebih adaptif dan memahami batas kewenangan dalam menjalankan perannya.
“Posyandu tidak bekerja sendiri, tetapi bermitra dengan OPD teknis, camat, dan lurah. Karena itu kapasitas kader harus terus diperkuat,” tegasnya.
Ia menambahkan, Posyandu menjadi garda terdepan pelayanan dasar masyarakat sehingga kualitas kader sangat menentukan keberhasilan program di tingkat bawah.
“Posyandu berada di lini terdepan. Peran kader PKK sangat menentukan kualitas pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, mengatakan transformasi Posyandu menuntut kader untuk terus meningkatkan kapasitas dan beradaptasi dengan perubahan.
Menurutnya, Posyandu kini berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat berbasis komunitas, tidak hanya layanan kesehatan ibu dan anak.
“Peran Posyandu semakin luas. Kader PKK harus memiliki pemahaman yang lebih komprehensif agar mampu menjalankan berbagai fungsi pelayanan,” katanya.
Ia berharap bimtek ini dapat memperkuat kemampuan kader dalam mengelola dan menjalankan program Posyandu secara efektif dan terintegrasi.
“Bimtek ini menjadi ruang belajar bagi kader PKK untuk meningkatkan kapasitas, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkasnya.
Editor: Bibah






