Wali Kota Batam Amsakar Achmad membuka Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) XXXIV Tingkat Kecamatan Sekupang di Lapangan Bola Seiharapan, Rabu (11/2/2026) malam. Ia mengajak masyarakat menjaga moderasi beragama dan menghentikan narasi negatif, terutama di media sosial.
Ribuan warga menghadiri pembukaan yang berlangsung meriah. Lurah Tanjung Pinggir menyerahkan piala bergilir kepada Camat Sekupang untuk diperebutkan tujuh kafilah dari seluruh kelurahan di Sekupang.
Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batam Erdawati Firmansyah turut hadir.
Amsakar mengapresiasi kekompakan warga Sekupang. Ia menilai sinergi pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga berjalan baik, terlihat dari tingginya partisipasi dalam gotong royong dan pembukaan MTQH.
“Saya bangga melihat warga Sekupang yang kompak dan bersatu. Kekompakan ini harus kita jaga untuk melangkah lebih maju,” ujarnya.
Ia menegaskan MTQH bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi momentum mendekatkan umat Islam kepada Al-Qur’an.
“Jangan hanya semarak saat pembukaan lalu sepi. Mari kita pelajari dan amalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Amsakar juga menyinggung pemikiran Maurice Bucaille dalam buku Bibel, Qur’an, dan Sains Modern yang menyebut tidak ada pertentangan antara Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan.
Ia mengingatkan warga menjaga kebersamaan dan menghentikan narasi kontraproduktif di ruang digital.
“Lebih baik saling menguatkan daripada mencari kesalahan. Batam dikenal sebagai daerah toleran dengan moderasi beragama yang baik. Predikat ini harus kita jaga,” tegasnya.
Menjelang Ramadan dan hari raya keagamaan lainnya, Amsakar menyampaikan ucapan selamat.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Batam, saya mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, selamat menyambut Ramadan. Gong Xi Fa Cai bagi yang merayakan Imlek dan selamat Hari Raya Nyepi bagi saudara-saudara kita,” ucapnya.
Usai membuka acara, Amsakar bersama Ketua TP-PKK Kota Batam meninjau stan bazar PKK dari seluruh kelurahan. Pelaku UMKM menjajakan makanan dan minuman khas daerah, memeriahkan acara sekaligus menggerakkan ekonomi warga.
Editor: Rega






