Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerap langsung aspirasi warga Kecamatan Bulang dalam silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di Bulang Kebam, Kelurahan Bulang Lintang, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan itu membahas sejumlah kebutuhan pembangunan di wilayah hinterland. Dua persoalan utama yang mencuat yakni rencana pembangunan jembatan Bulang Kebam–Bulang Lintang dan ketersediaan air bersih.
Amsakar menegaskan, komunikasi langsung dengan warga penting untuk memastikan pembangunan menjawab kebutuhan di lapangan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengawal pembangunan Batam.
“Silaturahmi ini adalah energi baru bagi kita. Saya tidak pernah melihat keberhasilan Batam sebagai prestasi pribadi, melainkan keberhasilan kita bersama berkat kerja sama seluruh masyarakat,” ujar Amsakar.
Menjawab aspirasi warga, Amsakar mengatakan Pemko Batam terus menyiapkan pembangunan jembatan penghubung Bulang Kebam–Bulang Lintang. Pemerintah akan mematangkan Detail Engineering Design (DED) sebagai salah satu tahapan awal.
Pemko Batam menyiapkan anggaran awal untuk tahapan tersebut pada 2027. Pemerintah juga akan mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar pembangunan jembatan bisa terealisasi.
“Kita persiapkan seluruh dokumen kajian serta perizinannya di daerah, lalu kita kawal bersama ke pemerintah pusat agar pembangunan jembatan ini dapat terealisasi dengan kualitas yang memadai,” katanya.
Selain jembatan, warga menyampaikan persoalan air bersih. Kekeringan di sejumlah waduk akibat fenomena El Nino turut memperberat kebutuhan air masyarakat Bulang.
Amsakar mengatakan Pemko Batam menyiapkan langkah teknis untuk menjaga ketersediaan air. Pemerintah akan memperbaiki dan mengoptimalkan infrastruktur penampungan air serta memanfaatkan teknologi pengolahan air laut atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).
Pemko Batam juga mengajak masyarakat melaksanakan salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan.
Amsakar meminta camat dan lurah memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Ia menilai aparatur di tingkat wilayah harus memahami langsung persoalan yang dihadapi warga.
“Lurah dan Camat harus rajin bersilaturahmi, berembuk, dan hadir di tengah persoalan warga. RT dan RW adalah perpanjangan tangan pemerintah sekaligus ujung tombak dalam meneruskan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam. IPM meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sementara angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.
Pada Semester I 2026, ekonomi Batam tumbuh 7,28 persen.
Di sektor ekonomi pesisir, Pemko Batam menyiapkan tiga unit Koperasi Nelayan Merah Putih di Kecamatan Bulang. Salah satunya akan berlokasi di Bulang Kebam.
Koperasi itu diharapkan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Selain mendukung usaha perikanan, koperasi dapat membantu nelayan mendapatkan akses bahan bakar minyak (BBM).
Silaturahmi tersebut turut dihadiri pimpinan OPD Pemko Batam, Camat Bulang, para lurah se-Kecamatan Bulang, Forkopimcam, serta tokoh agama dan tokoh adat setempat.
Editor: Bibah







