PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menargetkan pembangunan 114 ribu sambungan rumah (SR) baru di Batam sepanjang 2027–2030. Target ambisius ini sejalan dengan roadmap pemerintah dalam memperluas pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas).
Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, menegaskan kesiapan perusahaan merealisasikan target tersebut. PGN akan memulai program dengan pendataan dan pemberkasan calon pelanggan, yang ditargetkan rampung paling lambat Juni 2027.
“Kami mulai pemasangan pada 2027 dan menuntaskan seluruh 114 ribu sambungan pada 2030,” tegas Wendi saat berbuka puasa bersama media di Ibis Styles Hotel Batam, Jumat (27/2/2026).
Pada tahun pertama, PGN membidik pemasangan 10 ribu hingga 20 ribu sambungan baru. Perusahaan juga mempercepat ekspansi jaringan untuk memperluas distribusi gas bumi ke masyarakat.
Saat ini, jargas telah menjangkau Batam Kota, Sagulung, dan Batuaji. PGN akan memperluas layanan ke Nongsa, Lubuk Baja (Nagoya), serta Sekupang. Keberadaan pipa induk di sejumlah wilayah utama diyakini mempercepat penyambungan pelanggan baru.
Wendi menyebut Batam telah memiliki jaringan pipa induk sepanjang 268 kilometer. Infrastruktur ini menjadi modal kuat untuk mengejar target pemerintah dan mempercepat pemerataan distribusi gas bumi.
Program tersebut sekaligus menguatkan visi pemerintah menjadikan Batam sebagai proyek percontohan implementasi jargas nasional. Batam ditargetkan menjadi kota pertama di Indonesia yang sepenuhnya memanfaatkan jaringan gas bumi dan menekan ketergantungan pada LPG subsidi 3 kilogram.
Hingga akhir 2025, pelanggan jargas di Batam tercatat 8.829 rumah tangga, 92 pelanggan kecil, serta 113 pelanggan komersial dan industri. Dengan tambahan sekitar 10 ribu sambungan baru pada akhir 2026, jumlah pelanggan rumah tangga diproyeksikan melonjak menjadi 19.034.
Editor: Bibah






