Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia mengonsolidasikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh untuk memastikan program berjalan efektif, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
BGN menggelar rapat lintas sektor di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026), dan melibatkan Pemerintah Aceh, TNI, Polri, serta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Wakil Kepala BGN RI Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya memimpin langsung rapat tersebut.
Mewakili Gubernur Aceh, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh Iskandar AP menegaskan MBG sejalan dengan nilai kearifan lokal Aceh, pemulia jamee. Ia menyatakan program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi serta membuka lapangan kerja di tingkat kecamatan.
Pemerintah Aceh mendorong peran aktif daerah dalam ekosistem BGN melalui penguatan Koperasi Merah Putih di gampong dan integrasi dengan program ketahanan pangan. Pemerintah menilai koordinasi kabupaten/kota dengan BGN menjadi faktor kunci keberhasilan MBG.
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Alibasyah menekankan pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan makanan MBG. Ia meminta seluruh penyedia memastikan sertifikasi halal dan memperkuat koordinasi dengan puskesmas serta rumah sakit untuk mencegah kasus gangguan kesehatan.
Wakil Kepala BGN RI Sony Sonjaya mengungkapkan MBG memberi dampak ekonomi signifikan di Aceh. Hingga 16 Januari 2026, program ini menjangkau 1.717.980 penerima manfaat, mengoperasikan 545 SPPG, menyerap sekitar 28.650 tenaga kerja, dan menggerakkan perputaran ekonomi hingga Rp63 miliar per bulan. Sumber InfoPublik
Editor: Diki






