Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau, Rony Widijarto, menyatakan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Kepulauan Riau terus meningkat.
Rony menyampaikan hal itu dalam High Level Meeting (HLM) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah yang dipimpin Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama para bupati dan wali kota se-Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (14/4/2026).
Menurut Rony, masyarakat semakin aktif menggunakan pembayaran digital. Peningkatan terlihat dari naiknya volume dan nominal transaksi serta bertambahnya jumlah pengguna dan merchant.
“Penggunaan QRIS terus tumbuh, baik dari sisi transaksi, pengguna, maupun merchant,” kata Rony.
BI juga memperkuat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). BI bersama pemerintah daerah dan perbankan memperluas kanal pembayaran digital serta meningkatkan infrastruktur transaksi non-tunai.
Langkah ini dinilai mampu meningkatkan transparansi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Asisten Direktur BI Kepri Husni Mapain menjelaskan penilaian indeks ETPD mencakup tiga aspek, yaitu implementasi, realisasi, dan lingkungan strategis.
Ketiga aspek tersebut mengukur kinerja pemerintah daerah dalam menjalankan transaksi non-tunai.
Hasil evaluasi menunjukkan beberapa daerah di Kepri mengalami penurunan skor indeks pada 2025, terutama pada aspek realisasi. Penyebabnya adalah pemanfaatan kanal pembayaran digital yang belum maksimal meskipun infrastrukturnya sudah tersedia.
Selain itu, penilaian Championship TP2DD Sumatera 2025 menggunakan indikator proses 20 persen, output 50 persen, dan outcome 30 persen.
Evaluasi juga menunjukkan beberapa indikator masih perlu diperkuat, seperti pelaksanaan HLM, koordinasi pusat dan daerah, peningkatan literasi masyarakat, serta optimalisasi transaksi non-tunai pada pajak dan retribusi daerah.
Editor: Rega






