Batam, metroposid.com: Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya nelayan dan petani yang bekerja di sektor berisiko tinggi.
Salah satu bentuk dukungan konkret adalah pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 42 ribu nelayan dan petani di Kepri yang seluruhnya ditanggung melalui APBD Provinsi Kepri. Dari jumlah tersebut, 31 ribu merupakan nelayan, sementara hampir 10 ribu adalah petani.
Ansar menekankan pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja sektor maritim dan agrikultur yang setiap hari menghadapi risiko tinggi.
“Karena, nelayan pergi pagi-pagi ke laut. Kita harus menjaga mereka,” tegasnya.
Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, peserta yang meninggal dunia saat bekerja berhak menerima santunan Rp70 juta dan beasiswa pendidikan bagi dua anak hingga jenjang S1.
Peserta yang meninggal karena sakit biasa akan mendapatkan santunan Rp42 juta, serta beasiswa untuk dua anak jika telah terdaftar minimal tiga tahun berturut-turut.
Tahun ini, Pemprov Kepri mengalokasikan hampir Rp10 miliar untuk membiayai program perlindungan tersebut. Ansar menegaskan komitmen untuk terus memperluas jangkauan perlindungan bagi pekerja sektor informal.
“Kita ingin memastikan keluarga nelayan dan petani tetap terlindungi. Anak-anak mereka harus tetap bisa sekolah, bahkan sampai perguruan tinggi,” pungkasnya.
Editor: Rega






