Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mendorong organisasi perempuan memperkuat peran dalam keluarga sekaligus ikut menggerakkan pembangunan daerah.
Firmansyah menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera. Peran itu juga harus berlanjut di lingkungan sosial dan organisasi.
Hal tersebut disampaikan Firmansyah saat membuka Seminar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batam bertajuk “Peningkatan Peran Dharma Wanita dalam Mendukung Keluarga yang Harmonis dan Sejahtera Hebat” di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (15/9/2026).
Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar, Ketua DWP Kota Batam Erdawati Firmansyah, perwakilan seluruh unit DWP Pemko Batam, TP-PKK, serta istri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam turut menghadiri kegiatan tersebut.
Seminar itu menjadi agenda perdana DWP Kota Batam dalam menyambut HUT ke-27 DWP yang akan diperingati pada Desember 2026.
Firmansyah mengapresiasi DWP yang menggelar seminar tersebut. Ia menilai forum ini dapat memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas perempuan dalam menjalankan peran di keluarga, organisasi, maupun masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengapresiasi DWP Kota Batam yang telah menyelenggarakan seminar ini. Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat untuk memberikan pencerahan serta menambah wawasan bagi seluruh peserta,” ujar Firmansyah.
Menurutnya, organisasi perempuan juga perlu menjadikan forum seperti seminar sebagai ruang untuk membahas persoalan yang dihadapi perempuan. Dari forum tersebut, peserta dapat bertukar pengalaman dan mencari solusi bersama.
Dengan langkah itu, Firmansyah berharap organisasi perempuan mampu memberi kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan Batam.
Firmansyah kemudian menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi perempuan. Ia meminta organisasi yang ada di Batam tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Organisasi perempuan sangat banyak. Karena itu, diperlukan sinergi yang baik. Apa yang diprogramkan Pemerintah Kota Batam untuk memajukan kota yang kita cintai ini dapat terwujud, terutama dalam menyukseskan 15 program unggulan Amsakar dan Li Claudia,” katanya.
Menurut Firmansyah, sinergi tersebut akan memperkuat dukungan terhadap berbagai program pemerintah. Organisasi perempuan dapat mengambil peran melalui kegiatan yang langsung menyentuh keluarga dan masyarakat.
Selain pembangunan, Firmansyah mengingatkan peran perempuan dalam menghadapi kondisi udara yang kurang baik di Batam.
Ia mengatakan Pemko Batam terus mengkaji kondisi tersebut, termasuk dampaknya terhadap kegiatan belajar mengajar.
Dalam situasi itu, keluarga memegang peranan penting. Para ibu dapat membantu anak memahami pentingnya menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.
“Peran ibu-ibu sangat penting dalam memberikan edukasi kepada keluarga, terutama anak-anak, agar kita bersama-sama dapat menghadapi kondisi udara yang kurang baik dengan mengurangi kegiatan di luar rumah,” ujarnya.
Firmansyah menegaskan perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping suami. Perempuan juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga, mendidik anak, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta berkontribusi bagi masyarakat dan pemerintah.
“Menjadi seorang perempuan sekaligus ibu dan anggota organisasi memiliki tantangan tersendiri. Kita dituntut mampu membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, organisasi, dan kehidupan sosial,” katanya.
Firmansyah berharap seminar tersebut menghasilkan manfaat nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Ia meminta peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, seminar dapat memberi dampak langsung bagi keluarga dan lingkungan.
“Melalui seminar ini, mari kita jadikan momentum untuk memberikan kontribusi, pengetahuan, dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Firmansyah juga meminta anggota DWP terus memperkuat organisasi agar semakin solid, aktif, mandiri, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Editor: Difky







